Tamu Kita

Dibisiki Mengurus Anak Jalanan

Mengurusi anak-anak jalanan, pendorong kereta, anak penjual kertas kresek dan anak pemulung bukan hal baru bagi Fony Mella.

Dibisiki Mengurus Anak Jalanan
PK
Fony Mella

Saya sedih sekali melihat kondisi tersebut. Banyak anak usia sekolah yang tidak sekolah dan putus sekolah. Sejak itu, saya merasa terpanggil untuk mencoba memberikan pelayanan dari apa yang saya miliki. Saya mencoba membantu mereka.

Apakah Anda mendirikan lembaga anak?
Ya, setelah melihat kondisi anak-anak usia sekolah di pasar dan jalan, saya dan suami berinisiatif untuk membentuk sebuah lembaga. Karena, untuk membantu mereka harus ada lembaga yang bisa memayungi mereka.

Saya akhirnya mengurus semua syarat-syarat pendirian lembaga dan puji Tuhan pada pertengahan tahun 2011, keluarlah akte notaris untuk lembaga saya, yakni Yayasan Obor Timur Ministry.

Setelah lembaga atau yayasan terbentuk, apa langkah selanjutnya yang Anda lakukan?
Pertama kali ketika lembaga terbentuk, saya mengumpulkan mereka lagi dan meminta mereka untuk kembali bersekolah.

Berapa anak yang Anda kumpulkan untuk sekolah saat itu?
Saat itu, lembaga Obor Timur Ministry menggandeng Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kota Kupang. Ada sekitar 20 anak yang dibantu untuk sekolah. Kami juga mengurus akte kelahiran bagi anak-anak yang belum memiliki akte kelahiran. Tahun 2012, Dinas Nakertrans kembali meminta anak-anak yang ada di rumah singgah kami untuk disekolahkan.

Anak-anak ini dari berbagai tingkatan, mulai dari SD, SMP dan SMA di Kota Kupang. Puji Tuhan, banyak anak-anak kembali menikmati pendidikan di bangku sekolah bersama anak-anak seusia mereka. Kami juga bekerja sama dengan Dinas PPO Kota Kupang untuk membentuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sehingga anak-anak yang putus sekolah bisa dimasukkan ke paket A, B, C, untuk membantu mereka. Selain anak-anak penjual kresek, pendorong gerobak di Pasar Oeba, saya juga membantu anak-anak yang berjualan koran di lampu merah Jalan El Tari.

Anda sangat bersemangat untuk mengembalikan anak-anak jalanan ke sekolah. Apakah anak-anak juga mau sekolah?
Anak-anak ini memiliki niat yang luar biasa untuk sekolah. Hanya mereka tidak memiliki biaya. Mereka ini berasal dari keluarga pemulung dan keluarga miskin. Karena tidak punya uang, mereka tidak mau sekolah. Pada saat awal masuk sekolah kan mereka harus membeli pakaian seregam, buku tulis, balpoin atau pensil, sepatu dan membayar uang sekolah.

Padahal, untuk makan saja mereka susah. Bagaimana mau sekolah? Untuk itu, saya berusaha mencari sponsor atau donatur untuk membantu mereka. Sehingga, saat ini mereka sekolah.

Berapa anak yang Anda tampung di lembaga ini?
Kami tidak menampung anak-anak karena lembaga ini non panti, hanya rumah singgah saja. Tetapi, setiap hari ada pertemuan bersama anak-anak ini. Entah mereka datang ke rumah singgah atau kami yang menyambangi tempat mereka.

Di rumah singgah kami memberikan bimbingan belajar (bimbel) tambahan secara gratis. Mereka tidak perlu membayar. Mereka di sini belajar matematika, bahasa Inggris, IPA, dan sebagainya.

Halaman
1234
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help