Pengantin Pria Meninggal di Hari Pernikahannya

Eginius Piki, meninggal dunia di hari pernikahannya dengan Elisabeth, Selasa (29/9/2015).

"Undangan tidak dibuat tertulis hanya beri tahu mulut saja. Saya sudah minta kalau siang ada yang datang terima saja dan beri tahu baik-baik acara berkatnya tidak jadi karena Eginius sudah meninggal," tutur Lorens.

Eginius Menangis
Elisabeth, pengantin perempuan yang ditemui Pos Kupang di RSUD Maumere tampak terpukul. Ia meneteskan airmata dan menggendong anak keduanya yang lahir kembar.

Sambil mengusap airmata yang membasah pipinya ia berkisah ada tanda aneh menjelang pernikahan ia dan Eginius. Dua pekan lalu, ungkap Elisabeth, suaminya Eginius duduk di kamar depan nonton televisi. Sambil nonton ia menangis.

"Saya tegur dan merasa heran dengan tingkahnya. Saya bilang kepada Eginius, masa kau nonton televisi sambil menangis, kau ini kenapa menangis. Eginius sempat jawab pertanyaan saya. Dia bilang kangen dengan Eca, putri pertama kami yang tinggal di Centrum, Maumere bersama bapak dan mama saya.

Keesokan harinya saya telepon mama menyampaikan Eca dijemput oleh Eginius karena ia kangen sama Eca. Mama saya minta Eginius ke Maumere menjemput Eca. Ketika Eca tiba di rumah ia peluk dan mencium Eca berulang kali. Malam harinya ia dan Eca tidur sambil berpeluk. Saya tidur bersama anak kedua kami yang lahir kembar," kata Elisabeth.

Ia menjelaskan, menjelang pernikahan di Stasi Wolowiro, Eginius mengeluh sakit di kepala. Elisabeth menganjurkan agar periksa ke dokter, tapi Eginius tolak.

"Tadi pagi (Selasa) saya sudah habis dandan lalu duduk di kamar tamu. Sementara Eginius di kamar sedang didandan. Ketika mau didandan ia mengeluh sakit di kepala. Saya sempat tanya, tapi dia tidak jawab. Saat mau mengikat tali sepatu ia muntah lalu berbaring di tempat tidur. Ia lemas, saya bangun dia, tapi dia tidak bicara apa-apa. Maka itu keluarga bawa ke Puskesmas Paga dan RSUD Maumere," jelas Elisabeth, yang mengaku berkenalan dengan Eginius di Paga.

Elisabeth mengaku sangat terpukul atas kejadian ini. Rencananya membangun rumah tangga yang indah dan harmonis bersama pria yang ia cintai selama tiga tahun masa pacaran pupus sudah. Elisabeth mengungkapkan, saat mau menghembus napas terakhir, Pastor Paroki Mauloo sempat mau memberikan sakramen pernikahan di RSUD Maumere.

Pastor Paroki Mauloo, Romo Marsel, O.Carm mengatakan, ia sudah mengenakan pakaian misa untuk memberikan sakramen pernikahan kepada Elisabeth dan Eginius, di rumah sakit. Tetapi niatnya itu tidak jadi karena Eginius sudah pergi menghadap Yang Maha Pencipta.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help