profil

Widianti S Rusandari Cinta Rote Ndao

Saat memilih daerah yang menjadi tempatnya mengabdi sebagai notaris, perempuan berusia 29 tahun ini menyebut Kabupaten Rote Ndao.

Widianti S Rusandari Cinta Rote Ndao
PK/VEL
Widianti S Rusandari 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Saat memilih daerah yang menjadi tempatnya mengabdi sebagai notaris, perempuan berusia 29 tahun ini menyebut Kabupaten Rote Ndao. Dia mengaku sudah 'jatuh cinta' pada Rote Ndao sejak dulu.

"Seperti orang jatuh cinta, ya tidak ada alasan. Saya hanya suka dan jatuh cinta pada Rote Ndao sebagai tempat pengabdian pertama saya," kata Widianti Sari Rusandari, S.H, MKN.

Alumni SD 3 GMIT Atambua ini sudah lama mendengar cerita tentang Pulau Rote. Khususnya mengenai minimnya fasilitas umum dan fasilitas sosial di sana. Termasuk cerita bahwa di Rote belum ada notaris sehingga warga di sana kesulitan membuat akta otentik. Karena itu, anak dari pasangan Widji Oetomo, BE dan Nelly Konay ini menjatuhkan pilihannya pada Rote Ndao.

Ditemui di Lembaga Pemsyarakatan (Lapas) Anak Kupang, Selasa (15/9/2015), seusai diambil sumpahnya sebagai notaris oleh Kepala Kementerian Hukum dan HAM, Rochadi Iman Samtoso, S.H, M.H, tamatan SMPN 2 Atambua, Kabupaten Belu ini merasa bahagia.

"Satu lagi impian saya, sebagai notaris, sudah tercapai. Tuhan Maha Besar. Saya senang karena saat ini sudah bisa membantu masyarakat dalam bidang hukum," kata bungsu dari lima bersaudara ini.

Mengapa memilih notaris, bukan pengacara, jaksa atau hakim? Perempuan berdarah campuran Jawa Timur, Rote dan Manado ini menjelaskan, selama kuliah S1 di Fakultas Hukum Universitas Maha Saraswati Denpasar, Bali, ia banyak bergaul dengan pengacara, notaris, hakim dan jaksa. Dan, dari sanalah dia mengenal profesi tersebut sehingga akhirnya tertarik menjadi notaris.

"Dari semua profesi yang ada saya memilih notaris," kata Widi, panggilan akrabnya.

Seusai diwisuda tahun 2009, Widi melanjutkan kuliah S2 di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah dan selesai tahun 2013. Mengisi waktu luangnya, Widi sempat bekerja dan magang di Kantor Notaris Hengky Fandale.

Selama kuliah, perempuan yang hoby traveling ini mengisi waktunya dengan kegiatan positif. Salah satunya bermain band. Dalam band keluarga yang diberi nama Galaxi Band, perempuan bertinggi 152 cm ini memegang drumer.

"Saya suka menyanyi dan main drum," kata Widi.

Sejak dilantik menjadi notaris dan bertugas di Rote Ndao, Widi harus meninggalkan grup bandnya itu.

"Sedih juga tidak bisa main band lagi. Tapi saya senang karena sekarang saya bisa menjalankan profesi notaris. Terima kasih untuk orangtua dan semua pihak yang sudah mendukung saya selama ini. Dan, saya masih butuh dukungan dan doanya," harap Widi.

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved