Bisnis Batu Penggajawa Ende

Adrianus Cari yang Lonjong

Tangan Siti Hawa bergerak lincah di atas tumpukan batu ukuran kecil. Jari jemarinya cermat memilih batu berwarna di hamparan pasir pantai.

"Kami diterpa matahari namun tidak apa-apa yang penting anak-anak kami bisa makan dan sekolah," tutur Emi yang hari itu meluluri wajahnya dengan pelembab untuk menahan sengatan matahari.

Hari itu, Sabtu (29/8/2015) wajah Siti Hawa dan kawan-kawannya terlihat cerah karena beberapa kali kendaraan roda empat berhenti di tempat mereka untuk membeli batu.

Yang membuat mereka bahagia hari itu pemilik IUP dari CV Renha Rosari, Simpli Sani datang membeli batu yang telah mereka kumpulkan selama beberapa minggu terakhir. Uang tunai tak sedikit mereka peroleh hari itu.

Cari yang Lonjong
Adrianus So, salah seorang pembeli eceran mengatakan dia mencari batu berwarna yang akan digunakan sebagai hiasan taman di rumahnya. "Kami cari yang bentuknya lonjong karena bisa dipergunakan sebagai hiasan di taman," kata Adrianus So.

Adrianus yang datang dari wilayah Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende mengatakan untuk keperluan menghias taman rumahnya dia hanya membutuhkan sekitar 2 hingga 3 karung batu berwarna tersebut. Jumlah tersebut dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhannya.

"Sebagai orang Ende saya bangga kita punya batu berwarna yang sudah terkenal ke mana-mana," kata Adrianus.

Adrianus berharap agar Pemerintah Kabupaten Ende mempertahankan 'branding' batu Penggajawa itu sehingga tidak mudah dimanipulasi.

"Bila dimanipulasi tentu akan mengurangi nilai jualnya. Bisa saja dicampur dengan batu dari daerah lain lalu dibilang batu Penggajawa karena memang belum diberi lebel," kata Adrianus.

STORY HIGHLIGHTS
Harga batu Penggajawa berwana hijau paling mahal
Pembeli juga suka membeli batu warna kuning dan coklat
Batu Penggajawa diantarpulaukan ke Surabaya, Jawa Timur

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help