profil

Delfina M Kastono Meraih Cita-cita

Setiap orang pasti memiliki cita-cita. Demikian halnya dengan Delfina M Kastono, S.T.

Delfina M Kastono Meraih Cita-cita
ist
Dewi Kastono 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Setiap orang pasti memiliki cita-cita. Demikian halnya dengan Delfina M Kastono, S.T. Pada masa kecil dia bercita-cita menjadi insinyur bidang apa saja.

"Saat ini cita-cita itu jadi nyata, saya menjadi ahli bidang pertambangan," ujar Dewi, sapaan Delfina M Kastono saat ditemui Pos Kupang seusai wisuda di Aula Lama Rektorat Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Selasa (1/9/2015).

Dewi merupakan lulus dengan predikat pujian dari Jurusan Pertambangan, Fakultas Sains dan Teknik (FST) Undana Kupang. Ia meraih Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,7. Gadis yang lahir di Dili, Timor Leste pada 20 April 1992 ini mengatakan, sejak menamatkan tamat Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 SoE, Kabupaten TTS, ia berjuang keras wewujudkan cita-citanya.

Putri keempat dari sembilan bersaudara buah hati pasangan Matheus Kastono dan Euflozina Marthins ini harus beradaptasi dengan lingkungan baru ketika masuk ke NTT setelah jajak pendapat di Timor Leste tahun 1999.

Dewi menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di SD Negeri Fatuhada, Dili. Setelah jajak pendapat, Dewi dan keluarga hijrah ke NTT dan menetap di SoE. Dewi melanjutkan pendidikan di SMP Katolik Sint Vianney SoE.

"Saya saat itu harus adaptasi dengan kondisi di sekolah dan di rumah karena kami baru pindah dari Dili," ujar Dewi.

Ditanya mengapa memilih ilmu pertambangan, perempuan yang hobi membaca ini mengatakan, sejak kecil ingin menjadi ahli dalam bidang khusus. Dan, pertambangan adalah salah satu bidang yang dia pilih saat masuk Undana Kupang.

"Saat kuliah saya magang di perusahan tambang Elgari di Kefamenanu, Timor Tengah Utara. Saya melihat banyak masalah yang muncul ketika pemerintah atau swasta mulai melakukan eksplorasi tambang di Pulau Timor," ujarnya.

Menurut Dewi, sebenarnya tidak ada masalah dengan aktivitas penambangan jika dikelola sesuai aturan.

"Masyarakat kita selalu berpikir negatif soal tambang sehingga selalu muncul masalah. Karena itu, pemerintah dan semua pihak berkepentingan bersama-sama untuk mengubah pola pikir itu," kata Dewi. Dewi mengingatkan banyak alat yang digunakan sehari-hari oleh manusia berasal dari hasil tambang.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved