profil

Tifanny Lomanledoh Tidak Malu

Mari Bu, dilihat-lihat dulu, ada bandana, ikat pinggang, kalung, tas, ikat rambut, gantungan kunci, bros juga ada Bu.

Tifanny Lomanledoh Tidak Malu
PK/YEN
Tifanny Lomanledoh 

POS-KUPANG.COM, KUPANG --- Mari Bu, dilihat-lihat dulu, ada bandana, ikat pinggang, kalung, tas, ikat rambut, gantungan kunci, bros juga ada Bu. Begitulah sapaan Tifanny Lomanledoh, ketika ibu- ibu Panitia Aktivasi Pengembangan Ekspor mengunjungi meja jualannya.

Perempuan yang biasa dipanggil Fanny, lembut menyapa ibu-ibu yang datang. Setiap pertanyaan yang diajukan mengenai waktu pembuatan dan bahan dasar barang jualannya, Fanny lihai menjelaskan.

Semua aksesoris yang dipajang dari bahan rajutan dan bermotifkan NTT adalah milik tantenya Fabyolla Ratu Nitte (Feby) dari Handmade & Souvenir NTT. Ia hanya membantu tantenya menjaga jualan tersebut.

Mahasiswi Semester II Jurusan Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang ini tengah mengisi waktu liburnya, kebetulan tantenya diundang mengikuti acara yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Kementerian Perdagangan, di Aston Kupang Hotel & Convetion Center, Rabu (26/8/2015).

Fanny tak biasa menghabiskan waktu liburan atau akhir pekan dengan berjalan-jalan saja. Ia justru lebih senang menjaga jualan seperti ini. "Tante biasa memamerkan souvenir di pameran-pameran," kata perempuankelahiran, Kupang 30 Maret 1996 ini.

Fanny tidak terlihat malu melayani para pengunjung. Dia selalu memperlihatkan senyum manis dan ramah melayani.

Rupanya, Fanny sudah biasa bertemu dengan banyak orang. Ia pernah menjadi Sales Promotion Girl (SPG) minuman Coolant dan lainnya. Perempuan berdarah Rote ini tak pernah malu menjadi SPG. Sebab, tidak semua orang bisa melakukannya, yaitu bertemu banyak orang dan menawarkan produk makanan atau pun minuman.

Apalagi pertama kali menjadi SPG ia harus menawarkan di pusat perbelanjaan Hypermart.

"Sambil kuliah, jika ada waktu jadi SPG untuk tambah-tambah uang saku. Tapi untuk SPG hanya SPG makanan dan minuman, pakaian yang digunakan harus sopan dan tidak sampai larut malam. Kalau pakaian sopan dan kerjanya tidak larut malam, mama dan keluarga mengizinkan. Saya tidak malu, justru saya lebih senang menemui banyak orang," ujar Fanny yang bermimpi jadi pegawai bank ini.

Mengenakan blus hijau tua, dipadankan celana jeans biru muda dan kalung rajut kombinasi hijau. Fanny sangat bangga sekaligus senang bisa memakai buah tangan dari tantenya itu. Ia mengaku sudah memiliki banyak kolekasi kalung, ikat rambut, dan lainnya. Ikat rambut selalu dipakai berganti-ganti ketika akan berangkat kuliah, sedangkan kalung dikenakan saat ke pesta.

Sebagai anak muda yang biasa dihadapkan dengan aksesoris mewah nan elegan, tapi Fanny tidak seperti itu. Ia lebih senang berstylish dengan apa yang ada dan bisa dijangkau sekaligus bisa mempromosikan NTT juga.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help