profil

Mery Yul Sui: Tak Terlupakan

Tidak terasa 21 tahun sudah, Mery Yul Sui, SST berprofesi sebagai bidan.

Mery Yul Sui: Tak Terlupakan
PK/IRA
MERY YUL SUI 

POS-KUPANG.COM, KUPANG --- Tidak terasa 21 tahun sudah, Mery Yul Sui, SST berprofesi sebagai bidan. Selama 21 tahun melayani masyarakat, ada suka dan duka yang dialami perempuan kelahiran 15 Juli 1975 lalu.

Saat ditemui di sela-sela kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kota Kupang di aula UPTD Latnakes Kupang, Sabtu (22/8/2015). Bidan Mery adalah salah satu panitia Muscab IBI.

Istri dari Inong G Lami, S.Sos, dan ibu dari Gilang I Lami, ini bertugas di ruang bersalin Puskesmas Sikumana sekitar lima tahun. Kondisi saat ini dibandingkan ketika Mery menjadi bidan dan ditempatkan di Kabupaten Kupang berbeda jauh.

Awalnya Mery ditempatkan di Rote Ndao di satu desa yang akses transportasinya sangat sulit. Untuk sampai ke desa itu harus menunggu hari pasar satu kali dalam seminggu menggunakan kendaraan truk.

Pecinta novel ini mengungkapkan ada satu kasus yang tidak pernah dilupakan saat ia bertugas di Rote Ndao, di mana ada ibu hamil yang posisi anaknya melintang dan tidak bisa melahirkan di desa.

Namun, keterbatasan transportasi dan sumber daya manusia sehingga mereka tidak mau dirujuk ke Kupang, sementara posisi kaki bayi sebelah sudah berada di luar.

"Mereka sama sekali tidak mau dirujuk, meskipun sudah dijelaskan. Akhirnya saya minta mereka untuk menandatangani surat penolakan untuk rujuk. Akhirnya, menyedihkan karena ibu dan bayi meninggal. Pengalaman ini tidak pernah saya lupakan, meskipun sekarang ini sudah bertugas di Kota Kupang kondisi yang berbeda," tutur Mery, yang juga mengajar di Stikes Nusantara Kupang.

Meski kondisi sudah berbeda, namun sebagai bidan harus tetap melaksanakan tugas sesuai fungsi. "Dengan keterbatasan alat dan akses gawat darurat yang dekat sehingga kalau ada gawat darurat yang bisa saya tangani dengan keterbatasan alat akan saya tangani. Dan kalau tidak bisa segera dirujuk," kata Mery yang lulus dari SPK Waikabubak, Sumba Barat.
Tidak hanya sibuk pekerjaan sebagai bidan dan pengajar Stikes Nusantara, Mery juga selalu meluangkan waktu untuk aktif di gereja khususnya kaum perempuan. "Semuanya bisa berjalan dengan baik jika waktu yang ada diatur dengan baik pula. Semua tugas dilakukan dengan baik dan tepat waktu. Jangan menunggu untuk memulai suatu pekerjaan," ujar Mery. (ira)

http://10.130.44.6/displayimage.php?pos=-158769
http://10.130.44.6/displayimage.php?pos=-158764
http://10.130.44.6/displayimage.php?pos=-158763
POS KUPANG/IRA
MERY YUL SUI

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved