Belis Gading di Sikka

Gading Batangan Digilir Seperti Arisan

AM Keupung mengatakan, ada juga pembayaran belis dengan gading batangan dilakukan seperti arisan.

Gading Batangan Digilir Seperti Arisan
PK/RIS
AM Keupung

POS KUPANG.COM, MAUMERE --- AM Keupung mengatakan, ada juga pembayaran belis dengan gading batangan dilakukan seperti arisan. Seseorang bisa meminjamkan gading batangan untuk menjadi belis lalu mengembalikan pinjaman itu untuk membayar belis di kemudian hari.

"Misalnya, Anda mengundang saya dan saya bawa gading untuk pernikahan anak Anda. Kemudian saat anak saya butuh gading batangan untuk belis, saya akan undang Anda dan Anda akan bawa gading batangan itu lagi. Jadi gading batangan itu berputar-putar, dan bisa kembali kepada saya lagi nanti," jelas Keupung, tokoh adat di Sikka.

John Bunga mengatakan, gading sebagai belis memiliki nilai yang sakral, sebab gading dijadikan lin welin (belis, mas kawin) bagi wanita Sikka. Meski demikian, bukan setelah memberikan gading yang mahal harganya itu berarti si pria sudah membeli gadis Sikka. Karena nilai gading tidak sebanding nilai harga gadis.

"Namun gading merupakan simbol lin welin yang sakral dan memiliki roh bahwa setiap gadis adalah ciptaan Tuhan yang memiliki status di masyarakat sehingga patut dihargai dan dihormati. Dengan kesulitan perjuangan, pengorbanan yang dilakukan si pria untuk mendapatkan gading guna meminang gadis sikka, di situlah letak kesakralan dan rohnya," kata John.

Hal senada disampaikan Abdon da Silva, Rabu (12/8/2015). "Gajah saja tidak ada di Sikka. Tetapi orang nikah mesti ada gading. Jika ada permintaan keluarga wanita untuk belis gading batangan , maka pihak keluarga pria akan berusaha untuk medapatkan gading, apa dengan cara pinjam atau beli," jelas Abdon, Rabu (12/8/2015) sore.

Mengenai besar kecilnya permintaan belis oleh keluarga wanita terhadap keluarga pria, Andon mengatakan, hal itu tergantung pembicaraan dan kesepakatan keluarga dalam proses pernikahan itu.

"Baru-baru kami ada urus pernikahan adik perempuan. Suaminya dari Timor. Untuk belis, kami tidak minta gading batangan, hanya uang, kuda satu ekor dan emas. Ya saya bilang tadi, itu semua bergantung kepada keluarga wanita," ceritanya.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved