Tamu Kita

Febyolla Ratu Nite: Menuju Bintang Melalui Jerih Payah

Menuju 'bintang' melalui jerih payah atau Per Aspera Ad Astra. Itulah motto hidup Febyolla Ratu Nite atau biasa disapa Feby.

Febyolla Ratu Nite: Menuju Bintang Melalui Jerih Payah
PK/VEL
Febyolla Ratu Nite

Etnik karena menggunakan bahan dari kain tenun ikat NTT dipadukan dengan benang wol. Dan Limited karena dijamin setiap produk yang ada itu hanya satu model dan warnanya karena handmade, buatan tangan, saya tidak pernah membuat 'kembaran' atau double. Saya orang yang cepat bosan. Misalnya sudah membuat produk satu warna pink, saya tidak akan membuat lagi keduanya.

Saya akan membuat warna lain lagi. Bentuknya kalau sudah mengkombinasikan dengan tiga warna seperti merah, kuning dan hijau, maka produk berikutnya dengan model yang sama warnanya harus diganti. Pertimbangan saya supaya produk itu hanya satu-satunya saat dikenakan pembelinya.

Bagaimana cara Anda bisa terus 'aman' dalam bisnis ini? Siapa yang membantu Anda?
Untuk saya, setiap saat saya selalu melihat peluang, perkembangan dan permintaan pasar. Terus melakukan inovasi sehingga produk bisa terus ada di pasaran. Setiap hari saya belajar di internet, mencari referensi baru, minta kritikan, syering dan konsultasi dengan teman-teman.

Untuk produksi, saya mengerjakannya sendiri. Saya mencoba mengajak beberapa orang, namun mereka tidak betah. Karena kerja kerajinan tangan seperti ini membutuhkan kesabaran, ketelitian dan kreativitas. Bagaimana kita harus teliti merajut, harus bisa memadupadankan warna, dan bagaimana mengaplikasikannya dengan kain tenun ikat NTT. Itu suatu tantangan tersendiri sehingga saya kesulitan jika ada pesanan dalam jumlah banyak.

Saya menjalankan bisnis ini bersama tiga anak saya. Anak yang sulung sudah berusia 22 tahun dan yang nomor dua sudah berusia 21 tahun. Keduanya sudah bekerja. Sedangkan anak bungsu sudah berusia 18 tahun dan sedang kuliah di Undana dengan beasiswa Bidik Misi. Ketiga anak saya kini mulai mandiri.

Anak sulung saya yang menjadi admin di web dan dia juga merangkap menjadi marketing. Saya bahagia dan bangga memiliki anak-anak seperti mereka. Semua itu terjadi karena kebesaran dan kuasa Tuhan dalam hidup saya.

Apa manfaat dari semua upaya yang Anda lakukan selama ini?
Manfaatnya untuk saya sendiri, pekerjaan ini adalah terapi untuk pemulihan. Seperti saya katakan sejak awal, saya punya masa lalu yang cukup kelam. Namun dengan merajut, saya dilatih menjadi sabar, kepekaan dan ketekunan dilatih, kreativitas tinggi dilatih. Bahkan dengan merajut, karakter kita bisa dibentuk bagaimana kita bisa membuat rajutan helai demi helai menjadi satu produk yang bernilai jual tinggi, bagaimana padu padan warna dioptimalkan.

Semua bermain penting di dalamnya. Dari merajut itulah, saya optimis bahwa masa lalu saya yang kelam itu bisa diolah menjadi sesuatu yang baik dan bermanfaat ke depan seperti membuat kerajinan ini. Saat merajut pun, depresi, tekanan, masalah hidup yang datang bisa menjadi hilang. Manfaat lain tentu bisa meningkatkan ekonomi keluarga.

Bagaimana produk Anda bisa tembus pasara luar negeri?
Sebenarnya saya sendiri juga kaget dan tidak menyangka. Pasarannya dilakukan melalui internet sehingga lebih cepat dan kerja saya juga menjadi lebih efektif. Kita tidak perlu harus ada toko, tidak ada izin, dan tidak ada pegawai. Semuanya kita bisa kerjakan sendiri dengan jam kerja yang bisa ditentukan sendiri.

Lebih kaget lagi ketika bulan Mei 2015, saya diundang oleh Kedutaan Besar Indonesia untuk Inggris di Tobeco. Untuk pasaran di luar negeri ini masih dalam skala merintis, seperti di Inggris dan Belanda. Namun jika dihitung-hitung, sebenarnya saya belum untung. Karena setiap keuntungan selalu habis untuk membeli bahan-bahan baru. Bagi saya, kondisi ini tidak mengapa. Saya anggap sebagai promosi dan menata jaringan di luar negeri. Jika jaringan sudah banyak, maka pastinya uang akan datang dengan sendirinya.

Halaman
1234
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help