profil

Shelly Mardelis Padama Mengaku Promosikan Alor Lewat Facebook

Perempuan asal Takalelang, Kecamatan Alor Tengah Utara, Shelly Mardelis Padama, terpilih menjadi Putri Pariwisata Alor 2015.

Shelly Mardelis Padama Mengaku Promosikan Alor Lewat Facebook
ISTIMEWA
Shelly Mardelis Padama 

POS-KUPANG.COM, KUPANG --- Perempuan asal Takalelang, Kecamatan Alor Tengah Utara, Shelly Mardelis Padama, terpilih menjadi Putri Pariwisata Alor 2015.

Ia mengalahkan pesaing utamanya Sheril GB Kelendonu dan Fasrin A Sutiyo, yang juga tampil memukau pada penutupan Alor Expo IX di Lapangan Mini Kalabahi, Senin (10/8/2015) malam.

Shelly terpilih sebagai Putri Pariwisata Alor setelah menjawab sempurna pertanyaan kehormatan dari Bupati Alor, Amon Djobo, pemerhati budaya dan tenun ikat Alor, Ny. Dina Takalapeta-Meler dan Pimpinan Redaksi Alor Pos, Linus Kia.

Ketika ditanya mengenai apa keuntungan yang dialami satu daerah, khususnya Kabupaten Alor untuk mengembangkan industri pariwisata? Shelly mengetengahkan keuntungan di bidang sosial budaya, keindahan dan keunikan kampung tradiosional dipertahankan untuk memotivasi minat para wisatawan.

"Selain itu, keuntungan di bidang ekonomi karena akan mendapat pemasukan masyarakat dan daerah dalam mendukung Program Gemma Mandiri (Gerakan Membangun Menuju Alor Mandiri yang dicanangkan Bupati Amon Djobo) karena pilar pertama kita adalah pembangunan ekonomi kreatif yang berdaya saing," kata Shelly, dara manis kelahiran Januari 1990.

Shelly memiliki moto hidup, "There is a will, there is a way (jika ada kemauan pasti ada jalan)". Ia mengaku pernah meraih Juara I Lomba Debat Bahasa Inggris tingkat SMA se-Kabupaten Alor tahun 2006.

Setelah itu, tahun 2011, ia menjadi salah satu dari empat mahasiswa Universitas Nusa Cendana Kupang, yang tepat waktu menyelesaikan kuliah empat tahun, dan diwisuda menjadi Sarjana Bahasa Inggris pada semester VIII, dengan predikat pujian atau cumlaude pada usia 21 tahun.

Terpilih sebagai Putri Pariwisata Alor, Shelly mengatakan, akan berkomitmen mendukung program Gemma Mandiri dalam spirit Tancap Gas yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Alor.

Mendorong pemerintah untuk memperhatikan sarana dan prasarana seperti jalan, jembatan, air bersih dan listrik menuju tempat-tempat wisata. Jika akses jalan saja rusak, bagaimana mungkin wisatawan mau mengunjungi lokasi dan obyek wisata dimaksud.Kebersihan kota dan manajemen perhotelan di Kabupaten Alor juga perlu dibenahi.

Shelly berjanji membagi-bagikan brosur tentang pentingnya pariwisata, saran dan imbauannya kepada pemerintah dan semua elemen masyarakat untuk bagaimana membenahi berbagai infrastruktur yang mendukung pariwisata dalam semangat Sapta Pesona.

"Saya akan berupaya membuat tulisan tentang potensi, peluang dan tantangan pariwisata Alor yang ada di 17 kecamatan. Ini dengan harapan bisa dipublikasikan melalui media massa umum seperti koran, majalah atau media online. Saya juga memanfaatkan media sosial facebook, twitter dan sejenisnya untuk mempromosikan berbagai potensi pariwisata di Nusa Kenari," tuturnya.

Shelly berharap agar instansi terkait seperti Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika bisa melibatkan dirinya dalam berbagai kegiatan mereka sehingga ia juga bisa berkeliling di semua kecamatan di Alor.

Hal itu bertujuan untuk bertatap muka dengan masyarakat guna menggugah kesadaran mereka untuk mengimplementasikan Sapta Pesona demi kemajuan pariwisata Alor guna mendongkrak ekonomi masyarakat dan daerah ini.

Seusai menutup Alor Expo IX, Bupati Alor, Amon Djobo, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sri Inang Ananda Enga, berharap agar Putri Pariwisata Alor dapat berperan maksimal dalam mempromosikan berbagai potensi ekonomi dan pariwisata Alor dalam berbagai kesempatan.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved