Kasus Dermaga Flotim dan Alor

FAK: Kejari Kalabahi Tebang Pilih

Forum Anti Korupsi (FAK) Kabupaten Alor mendesak Kejaksaan Tinggi (kejati) NTT menuntaskan kasus dugaan korupsi di Kabupaten Alor.

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Forum Anti Korupsi (FAK) Kabupaten Alor mendesak Kejaksaan Tinggi (kejati) NTT menuntaskan sejumlah kasus dugaan korupsi di Kabupaten Alor. Kasus-kasus itu telah dilaporkan kepada Kejari Kalabahi, namun tidak diusut.

FAK Alor menyampaikan itu melalui pernyataan sikap mereka ketika mendatangi Kejati NTT, Selasa (10/8/2015). Kehadiran FAK ini dikoordinir oleh Abdullah Apa, dan beberapa anggota FAK Alor. Hadir juga beberapa pengurus organisasi masyarakat.

Pantauan Pos Kupang, forum ini menggunakan sebuah mobil pick up putih dan melakukan orasi di depan Jalan Polisi Militer. Mereka tidak diizinkan masuk ke dalam halaman Kejati NTT.

Mereka tiba di Kejati NTT sekitar pukul 11.30 Wita. Sampai pukul 13.15 Wita, mereka masih bertahan di depan gerbang Kejati NTT. Mereka membawa baliho atau spanduk yang dipasang di pagar dekat pintu masuk ke halaman Kejati NTT.

Dalam spanduk itu, mereka menyampaikan bahwa kehadiran FAK di Kejati NTT merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, Kamis (9/7/2015), FAK mendatangi Kejati NTT untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Kali ini FAK membawa permintaan mereka kepada Kejati NTT yang termuat dalam pernyataan sikap. Dalam pernyataan sikap itu, FAK Alor mendesak Kejati NTT untuk serius menuntaskan sejumlah kasus korupsi yang terjadi di NTT, lebih khusus di Kabupaten Alor.

Di Kabupaten Alor, menurut FAK, masyarakat telah banyak melaporkan berbagai kasus korupsi ke Kejari Kalabahi, namun tidak ditindaklanjuti. Kejari Kalabahi dinilai hanya tebang pilih sesuai pesanan sponsor dalam penuntasan kasus korupsi.

Selain itu, Kejati NTT segera menetapkan tersangka terhadap Bupati Alor Amon Djobo, karena telah memberi memo proyek kepada salah satu perusahaan. Kejati NTT juga diminta segera memanggil Kajari Kalabahi untuk menanyakan sejumlah kasus yang telah dilaporkan masyarakat, antara lain kasus dugaan gratifikasi bupati Alor.

FAK juga mengingatkan Kejati NTT menetapkan status Enny Anggrek sebagai tersangka dalam kasus proyek MBR di Wolibang, Kecamatan Kabola. Selain itu, Kejati NTT diminta segera memanggil dan memeriksa Enny Anggrek terkait pengerjaan proyek peningkatan Jalan Pantar di Baranusa- Beangonong.

FAK Alor juga meminta Kejati NTT segera memanggil dan menetapkan tersangka terhadap oknum-oknum pejabat yang menyalahgunakan wewenang dalam proyek pembangunan dermaga di Desa Bakalang, Kecamatan Pantar Timur.

Halaman
12
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help