profil

Meyke M Tahalele: Tanah Kelahiran Menanti

Cita-cita seseorang bisa terwujud tergantung kemauan, kerja keras dan dukungan orangtua.

Meyke M Tahalele:  Tanah Kelahiran Menanti
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Meyke Meiwani Tahalele 

POS-KUPANG.COM, KUPANG ---  Cita-cita seseorang bisa terwujud tergantung kemauan, kerja keras dan dukungan orangtua. Tetapi, cita-cita masa kecil seseorang bisa berubah atau gagal karena situasi dan kondisi dalam keluarga atau lingkungan masyarakat.

Hal serupa dialami dr. Meyke Meiwani Tahalele. Sejak kecil, Meyke bercita-cita menjadi seorang dokter. Satu tujuannya, agar bisa melayani sesama yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Mey, sapaan Meyke, adalah salah satu dokter yang baru diangkat sumpah dan dilantik dari 26 dokter lain yang mengikuti pengambilan sumpah dan pelantikan sebagai dokter di Aula Lama Rektorat Undana Kupang di Penfui, Jumat (31/7/2015).

Mey mengatakan, pada umumnya orang menganggap bahwa kuliah di fakultas kedokteran itu sulit. Anggapan itu tidak selamanya benar, sangat tergantung kemauan dan ketekunan belajar. "Jika kita tekun belajar, pasti cita-cita menjadi dokter itu bisa diraih," ujar Mey.

Mey melanjutkan pendidikan tinggi di FK Undana Kupang atas biaya (beasiswa) dari Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Provinsi Maluku. Putri pasangan Wempy E Tahalele dan Sandra YA Tahalele-Frans, ini mengikuti pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) di TK Kemala Bhayangkara Kupang. Kemudian melanjutkan ke SD Negeri Oetete 2 Kupang tahun 1997-2000.

Mey akhirnya hijrah ke Pulau Leti, MBD, mengikuti orang tuanya dan menyelesaikan SD di SDN Tutukey tahun 2003. Setelah menamatkan pendidikan SD, Mey yang hoby jalan-jalan ini melanjutkan ke SMP Negeri 1 Serwaru-Leti dan SMA Negeri 1 Serwaru. Perempuan berhidung mancung ini adalah anak kedua dari lima bersaudara. Ia lahir di Kisar, 30 Mei 1991.

Dokter bagi Mey, bukan sekadar status atau gelar, tapi yang paling penting adalah bagaimana seorang dokter itu rela mengabdikan seluruh hidupnya untuk melayani orang lain.

"Ketika tamat SMAN 1 Serwaru, saya melanjutkan ke FK Undana Kupang. Alasannya, saya memang ingin jadi dokter," tutur Mey, didampingi kedua orangtuanya saat pelantikan.

Mengapa tidak melanjutkan ke FK di daerah lain, tapi pilih di Undana Kupang? Mey menjawab karena ia sudah terbiasa di Kota Kupang.

Ditanya rencana selanjutnya setelah dilantik jadi dokter, Mey mengatakan, kembali ke tanah kelahirannya di Kabupaten MBD, Maluku, untuk membantu pemerintah dan elemen lainnya memberantas penyakit malaria.

"Malaria adalah salah satu penyakit menonjol di MBD. Karena itu, saya kembali ke sana membantu mengatasi penyakit malaria bersama pemerintah daerah," ujarnya.

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved