Tamu Kita

Rochadi Iman Santoso: Menyapu Rumah Sampai Bersih

Sejak memimpin Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenhukham) NTT di Kupang, Rochadi Iman Santoso, SH, MH, para pegawai di Kemenhukham lebih disiplin

Rochadi Iman Santoso: Menyapu Rumah Sampai Bersih
istimewa
KELUARGA --- Rochadi Iman Santoso, SH, MH, bersama keluarga yakni istri Haslinawati dan kedua anaknya, Larassati Indah Lestari (berdiri kanan) dan Galih Ario Seno (berdiri kiri). 

Dari penggambaran itulah, maka tidak ada pilihan lain bagi kita kecuali mengoptimalkan diri untuk terus berkreatifitas, dan mengembangkan inisiatif serta senantiasa melakukan pembaharuan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi sehingga mampu menguatkan peran organisasi Kementerian Hukum dan HAM untuk terus berprestasi. Karena sejatinya, kesadaran itulah yang menjadikan kita sebagai aparatur yang "INOVATIF".

Dan, kita harus buktikan dan tunjukkan kepada masyarakat bahwa kita mampu menjadi aparatur Negara yang Professional, Akuntabel, Sinergis, Transparan dan Inovatif."

Bagaimana Anda melihatnya, apakah jajaran Kemenhukham NTT bisa mewujudkan PASTI dalam tugasnya sehari-hari?

Ya, tentu harus bisa. Caranya, kita harus terus berusaha menuju ke PASTI. Untuk itu, maka pengawasan terus dilakukan, seperti pembinaan, pemberian reward dan punishment kepada setiap pegawai.

Bagaimana kualitas dan kuantitas SDM di Kemenhukham NTT?

Secara kualitas, SDM kami sudah cukup baik dan hal ini tentu akan selalu ditingkatkan dari waktu ke waktu. Begitupun secara kuantitas meski masih kurang, namun dengan apa yang ada kita berusaha untuk bekerja maksimal.

Selama memimpin Kemenhukham NTT, Anda terkenal sangat disiplin dibandingkan dengan Kakanwil-kakanwil sebelumnya. Kondisi ini sempat membuat staf 'kaget’, apalagi Anda juga memperhatikan hal-hal kecil dan teknis dalam segara aspek. Mengapa?

Saya kira hal itu wajar ya. Disiplin harus diterapkan di mana saja, di rumah, di kantor juga dalam kehidupan bermasyarakat lainnya. Dan, disiplin itu juga harus dimulai dari hal kecil hingga hal besar.

Disiplin itu kunci keberhasilan. Misalnya, disiplin masuk kerja, disiplin mengerjakan tugas. Juga disiplin akan hal-hal yang kecil seperti bangun pagi, disiplin dalam berpakaian seragam dengan atribut lengkapnya, termasuk disiplin dalam menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Ini yang harus saya tekankan dan harus menjadi perhatian pegawai. Saya sangat marah jika ada pegawai yang tak sopan saat menyanyikan lagu Indonesia Raya saat ada kegiatan atau upacara. Bergerak ke kiri ke kanan, tidak menyanyi dengan suara lantang, tidak berdiri tegap, malah bicara dengan temannya.

Halaman
1234
Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help