Tamu Kita

Rochadi Iman Santoso: Menyapu Rumah Sampai Bersih

Sejak memimpin Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenhukham) NTT di Kupang, Rochadi Iman Santoso, SH, MH, para pegawai di Kemenhukham lebih disiplin

Rochadi Iman Santoso: Menyapu Rumah Sampai Bersih
istimewa
KELUARGA --- Rochadi Iman Santoso, SH, MH, bersama keluarga yakni istri Haslinawati dan kedua anaknya, Larassati Indah Lestari (berdiri kanan) dan Galih Ario Seno (berdiri kiri). 

Selain itu, kita juga bisa mempermudah mengumpulkan tanggapan kritik dan saran dari masyarakat dunia terhadap mutu instansi. Dan, bisa membangun citra instansi di mata masyarakat luas, di mana hal tersebut direpresentasikan pada tampilan website.
Manfaatnya juga dirasakan oleh setiap UPT Kemenhukham NTT.

Untuk itu semua, saya membuat formatnya sehingga mempermudah publik dan intern kemenhukham mengaksesnya. Bagi saya, sudah tidak zamannya lagi masyarakat datang ke kantor untuk menanyakan berbagai informasi publik. Kini teknologi informasi sudah berkembang sehingga cukup dengan mengakses web Kemenhukham, segala informasi sudah tersedia.

Tanggal 1 Juni 2015 lalu, Menteri Hukum dan HAM membuat program yang harus dilkukan oleh seluruh jajaran Kemnehukham di seluruh Indonesia dengan gerakan "Ayo Kerja, Kami PASTI". Apa artinya itu?

Artinya bahwa semua jajaran Kemenhukham, termasuk Kemenhukham di NTT ini, harus bekerja dengan pedoman PASTI. Makna kata 'PASTI' itu adalah singkatan dari Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, Inovatif.

Bisa Anda jelaskan satu persatu makna dari setiap huruf PASTI itu?

Maknanya sudah dijelaskan oleh Bapak Menteri Hukum dan HAM RI. Bahwa saat ini masyarakat semakin mengerti arti pelayanan pasti. Bukan hanya retorika atau janji, masyarakat butuh suatu bukti.

Dalam standar pelayanan terdapat prinsip- prinsip yang harus dipenuhi. Untuk itu saya minta kepada seluruh jajaran agar memberikan kejelasan atas layanan yang diberikan, mulai dari prosedur permohonan, proses pelayanannya, kejelasan tarif, waktu penyelesaian serta fasilitas lain yang mendukung standar pelayanan prima. Kerja keras, kerja cerdas serta kerja ikhlas itulah karakter aparatur yang "PROFESIONAL".

Serta sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Inilah ciri-ciri aparatur Negara yang "AKUNTABEL".

Bekerja dalam kebersamaan tentu lebih maksimal hasilnya dibandingkan dalam kesendirian. Ibarat lidi, saat sendiri dia bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, namun saat berada dalam ikatan berbentuk sapu, maka pekerjaan besar dalam membersihkan kotoran dapat diselesaikan dengan sempurna dan inilah makna dari "SINERGI".

Apabila kita telah mampu melaksanakan hal tersebut, maka kita menjadi aparatur yang memegang teguh nilai-nilai "TRANSPARAN".

Halaman
1234
Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help