Orang Katholik Pakai Nama Muslim

Tak Menyalahi Aturan Gereja

Vikep Borong, Romo Simon Nama, Pr, mengatakan, orang Katolik yang menggunakan nama Muslim tidak menyalahi aturan.

Tak Menyalahi Aturan Gereja
PK/ROB
Rm. Simon Nama, Pr

POS-KUPANG.COM, BORONG --- Vikep Borong, Romo Simon Nama, Pr, mengatakan, orang Katolik yang menggunakan nama Muslim tidak menyalahi aturan.

Sebab, kehidupan masyarakat di Indonesia dan terlebih khusus di NTT adalah majemuk, di mana hidup campur antara umat dari berbagai macam agama, selain itu perkembangan globalisasi dan kawin campur.

Syaratnya bahwa meski menggunakan nama Muslim, namun orang Katolik harus dan wajib menggunakan juga nama santo atau santa di depan namanya.

"Gereja Katolik sudah menekankan kepada semua anak yang dilahirkan harus diberi nama santo bagi anak laki-laki dan santa untuk anak perempuan," kata Romo Simon, Selasa (28/7/2015).

Romo Simon mengatakan, ia selalu mengingatkan kepada orangtua pada saat membaptis anaknya itu harus menggunakan nama santa atau santu.

"Kami akan tetap meminta agar anak yang dibaptis harus menggunakan nama santa atau santu di depan nama panjangnya. Mau di belakang nama itu adalah nama Muslim atau nama apa, tapi di depan harus menggunakan nama santa atau santu. Hal ini penting untuk menandai bahwa anak itu adalah umat Katolik yang dilindungi oleh Tuhan," katanya.

Dicontohkan Rm. Simon, jika ada orang yang mau membaptis anaknya dengan nama Yohanes Ruslin, maka anak itu bisa dibaptis karena nama depannya tertera nama santo, yakni Yohanes.

Tetapi jika anak itu hanya diberi nama Jon Ruslin, maka gereja tidak akan membaptisnya. Nama lain seperti Yun Evi Salang, tidak bisa dibabtis, kecuali jika ditambahkan nama santa yakni Maria atau Magdalena lalu ditambahkan Yun Evi Salang, maka anak itu bisa dibaptis.

Dari Minangkabau
Tua adat Manggarai Timur, Kanisius Kerjon, di Kampung Bugis, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong, menceritakan asal usul penggunaan nama Katolik dan Muslim di lingkungan orang Katolik.

Menurutnya, orang Manggarai memiliki garis keturunan berasal dari orang Minangkabau. Di mana pada zaman dahulu terjadi perpecahan di daerah itu sehingga ada yang lari dan terdampar di Pulau Flores bagian barat (daerah Manggarai).

Halaman
12
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved