Orang Katholik Pakai Nama Muslim

Pak Husein Kok Tak Sholat

Apalah arti sebuah nama. Orang sering mengatakan hal itu.

Pak Husein Kok Tak Sholat
istimewa
ilustrasi nama

POS-KUPANG.COM, BORONG --- Apa arti sebuah nama. Nama seseorang punya makna. Pun menggambarkan keluarga, asal usul, ras, suku dan agama.

Bagi orang Kristen misalnya, pada umumnya mematrikan nama santu atau santa seperti Maria, Mathius, Yohanes, Magdalena, Petrus, Yakobus, dan lainnya. Sementara orang Muslim juga menggunakan nama-nama Muhammad, Yusuf, Ali, Siti, dan lainnya.

Namun di beberapa kabupaten di NTT, yakni Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, yang mayoritas beragama Kristen, kebanyakan menggunakan nama-nama campuran. Menggabungkan nama Kristen dan Muslim.

Pemberian nama ini sudah terjadi sejak dahulu kala. Ini dipengaruhi faktor lingkungan yang majemuk, atau kehidupan masyarakat Muslim dan Kristen yang berdampingan sejak dahulu kala.

Belum lagi faktor kawin campur antara orang Katolik dengan Muslim sehingga timbulkah nama-nama campuran yang diberikan kepada anak dan keturunannya. Hingga kini nama campuran yang diambil dari nama Katolik dan Muslim tetap ada dan digunakan oleh masyarakat Manggarai.

Tidak hanya nama Muslim, banyak orangtua juga memberikan nama anaknya itu dengan nama-nama orang Jawa atau nama tokoh nasional, artis, penyanyi, pahlawan, olahragawan dan sebagainya.

Sebut saja Agustinus Supratman, ketika ditemui Pos Kupang di Kampung Wae Reca, Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong, Kabuaten Manggarai Timur, Selasa (28/7/2015), menceritakan namanya. Agustinus menjelaskan, ia berasal dari keluarga yang menjalani kehidupan di daerah pantai, di mana di daerah itu hidup masyarakat majemuk orang beragama Katolik dan Muslim.

Tetap Dipertahankan
Nama Supratman yang disandangnya, demikian Agustinus, karena ibunya memfavoritkan nama pencipta lagu Indonesia Raya, Wage Rudolf (WR) Supratman. Nama Agustinus pun ditambah Supratman di belakang nama santunya.

Agus menuturkan, saat masih kecil ia sempat protes kepada orangtuanya kenapa namanya menggunakan nama Supratman seperti orang Muslim.

"Saya protes kepada bapak dan mama. Mengapa saya orang Katolik, diberi nama campur Jawa dan Muslim. Saya minta mama dan bapak mengubah nama saya. Kata mama, bisa saja, tetapi untuk permandian ulang tidak bisa dilakukan karena peraturan agama Katolik hanya sekali permandian dalam hidup seseorang (yang beriman Katolik)", jelas Agus.

Halaman
12
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved