profil

Gambaran Keharmonisan

Bagi Agustina Susana Purnama Dohu, nama yang diberikan orangtua kepadanya harus diterima dan dihargai dengan kebahagiaan.

Gambaran Keharmonisan
POS KUPANG/ROBERT ROPO
Agustina Susana Purnama Dohu 

POS-KUPANG.COM, BORONG -- Bagi Agustina Susana Purnama Dohu, nama yang diberikan orangtua kepadanya harus diterima dan dihargai dengan kebahagiaan.

Gadis asal Pagal, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, ini mengaku tidak mempermasalahkan ada nama Jawa atau Muslim di antara namanya itu.

Ditemui di kediamannya di Golo Lada, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Jumat (31/7/2015) pagi, Asti, begitu disapa, merincikan, namanya memiliki arti, yakni Susana adalah santa pelindungnya, Purnama adalah nama tren orang Jawa dan juga dia lahir pada saat bulan purnama, dan Dohu adalah nama fam dari ayah.

"Saya bahagia dan tidak malu atas nama yang diberikan orangtua saya. Nama memiliki arti," kata gadis berambut keriwil ini.

Menurut perempuan berkulit putih ini, keluarganya yang beragama Katolik, juga banyak menggunakan nama Muslim, karena beberapa anggota keluarganya juga beragama Muslim karena kawin-mawin. "Bapa kecil saya juga nama campur Islam, namanya Mikael Hamid Dohu," ujar putri tunggal Plasius Dohu (alm) dan Metildis Lidur ini.

Menurut perempuan kelahiran 11 Agustus 1988 itu, nama campur Katolik dan Muslim yang digunakan oleh orang Katolik karena sejarah, juga karena kemajuan zaman, kawin campur dan perkembangan media elektronik.

Di mana dengan akses informasi yang cepat baik melalaui televisi maupun internet dan lainnya, masyarakat gampang menemukan nama-nama keren atau yang bisa digunakan untuk nama anak keturunannya. Baik itu nama Muslim maupun nama keren lainnya.

Perempuan bertinggi 140 cm ini, kedua adiknya menggunakan nama Muslim, yakni Yulius Zhenon Daud Dohu dan Fransiskus Adisucipto Dohu. Asti berharap nama seperti ini sudah menjadi budaya dan terus dilestarikan sampai ke generasi selanjutnya.

Karena hal ini untuk menggambarkan dan membuktikan bhinneka tunggal ika dan keharmonisasian hidup antara umat Muslim dan Kristen khususnya Katolik di daerah ini.

Asti berjanji jika punya anak nanti, dia juga akan memberikan nama yang keren bagi anaknya.

"Nama anak harus kesepakatan antara sama dan suami. Tapi yang pasti nama yang diberikan adalah nama keren dan penuh arti. Tidak lupa saya harus kasih nama Manggarai karena saya asli orang Manggarai. Juga ada nama santo dan santa karena saya orang Kristen," tutur penyiar Radio Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur ini.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved