Sui Wuu Kuliner Khas Bajawa

Pemerintah Tunggu Master Plan Riparda

Meskipun sui wu'uu merupakan menu tradisional yang sudah dikenal oleh masyarakat di luar Bajawa.

Pemerintah Tunggu Master Plan Riparda
PK/JEN
Ivan Bota 

POS-KUPANG.COM, KUPANG --- Meskipun sui wu'uu merupakan menu tradisional yang sudah dikenal oleh masyarakat di luar Bajawa.

Namun kuliner lezat ini belum dipromosikan oleh Pemerintah Kabupaten Ngada sebagai kuliner tradisional khas Bajawa.

Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata, Komunikasi dan Informatika (P2KI) Sidhu Paulinus melalui Kabid Pariwisata, Ivan Botha, Selasa (7/7/2015), mengatakan, promosi wisata kuliner baru bisa dilakukan setelah master plan Riparda (Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah) selesai dibuat.

Ivan menjelaskan, saat ini pihaknya masih mendata sejumlah pangan tradisional atau lokal yang menjadi potensi wisata untuk dipromosikan. Setelah seluruhnya terdata dan master plan Riparda masih digodok oleh beberapa pakar pariwisata di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, barulah pangan lokal itu bisa dipromosikan.

Menjawab Pos Kupang, Ivan juga mengatakan, selama ini pihaknya sudah pernah menggelar lomba khusus untuk membuat beberapa pangan lokal namun khusus untuk pembuatan sui wu'u, belum pernah dilombakan.

Kendalanya, sui wu'u bukan menu siap saji seperti menu lainnya. Sui wu'u menu khusus yang dibuat secara khusus dan setelah dibuat tidak langsung dinikmati karena harus disimpan. Sehingga belum ditemukan formulasi yang tepat untuk penilaian lomba dimaksud. Namun hal itu akan dipikirkan kedepannya.

Ivan menambahkan, menu tradiisonal lainnya selain sui wu'u adalah rapa, yakni daging yang diawetkan dengan asap. Rapa mirip dengan Sei babi (daging asap). Bahan rapa dari daging kerbau dan kuda, lalu daging yang diambil hanya bagian isinya. Lalu diiris tipis dan disimpan di para-para untuk proses pengawetan dengan asap.

Sedangkan bahan sui wu'u dari bahan lemak daging babi lalu diawetkan dalam tuku (bambu) dengan campuran tepung jagung kering dan garam.

Daging yang diambil untuk pembuatan sui wu'u juga harus berasal dari daging pada saat ada upacara adat seperti Rebha, ka Ngadhu, ka Sao. Sedangkan pada acara kematian, daging babinya tidak bisa dijadikan bahan untuk membuat sui wu'u.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved