Sui Wuu Kuliner Khas Bajawa

Hilangkan Racun

Saya pernah makan sui wu'u. Daging itu wanginya unik dan lezat. Makanan ini dari bahan daging (lemak) babi yang diproses dengan cara pengawetan.

Hilangkan Racun
PK/JEN
dr. Emerentiana Renni Wahyuningsi 

News Analysis oleh dr. Emerentiana Renni Wahyuningsi

POS-KUPANG.COM, BAJAWA --- Saya pernah makan sui wu'u. Daging itu wanginya unik dan lezat. Sui wu'u adalah makanan dari bahan daging (lemak) babi yang diproses dengan cara pengawetan.

Pengawetan daging menggunakan garam sangat tepat apalagi dicampur dengan tepung jagung sebagai bahan pembantu untuk penyerapan minyak pada daging. Daging semakin awet ketika komposisi bahan yang dicampur dalam sui wu'u sudah tepat.

Tepung jagung atau tepung maizena adalah pati yang didapatkan dari endosperma biji jagung. Pada dasarnya tepung jagung tidak mengandung lemak, sehingga sangat baik untuk dicampur dengan daging berlemak.

Tepung jagung yang memiliki banyak kandungan karbohidrat dan nutrisi dapat menyerap kelebihan minyak pada daging. Tepung jagung juga menjadi bahan pembantu untuk melembutkan daging.

Tepung jagung berfungsi untuk menyerap kelebihan minyak pada daging sekaligus menghilangkan unsur racun pada daging. Dengan demikian, daging yang dimakan tidak menimbulkan diare, meski (sui wu'u) disimpan lama.

Garam bermanfaat untuk mengawetkan daging agar tidak mudah rusak. Kelebihan garam selain membantu mengawetkan daging, juga bisa menghilangkan rasa pahit.

Itu sebabnya, ketika minyak sui wu'u diteteskan pada daun pepaya, rasa pahit daun pepaya bisa hilang. Hilangnya rasa pahit pada daun pepaya karena minyak daging yang sudah tercampur dengan garam.

Selain itu, tempat penyimpanan sui wu'u harus disteril dari jenis-jenis binatang. Seperti tikus, lalat dan serangga. Sepanjang hal itu dijaga dengan baik, maka menu sui wu'u tersebut tidak mengandung unsur racun.

Selain memahami komposisi bahan yang dicampur, kebersihan (hygine), baik daging maupun alat simpan daging (bambu tuku), sistem penyimpanan dan sirkulasi udara juga harus menjadi perhatian.

Ketika daging yang disimpan dalam bambu itu kondisi tertutup rapat, maka udara tidak akan masuk. Proses penguraian daging, tepung dan garam hanya terjadi dengan udara yang ada di dalam bambu (tuku).

Karena itu, udara baru 'tidak boleh' masuk (ke dalam lubang bambu yang berisi daging bercampur tepung jagung), karena itu pentingnya menutup rapat bambu saat proses pembuatan sui wu'u.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved