Pembunuhan anak

Wens Dapa Kaget Anjingnya Makan Tubuh Bayi Laki-laki

Warga Kelurahan Nunumeu, Kecamatan Kota SoE, Kabupaten TTS, digegerkan atas penemuan mayat bayi laki-laki tanpa kepala, Kamis (9/7/2015).

Wens Dapa Kaget Anjingnya Makan Tubuh Bayi Laki-laki
Mirror
Bayi ini ditinggalkan dalam sebuah toilet sebuah pabrik di China, setelah dilahirkan ibunya yang masih remaja. Beruntung, bayi itu ditemukan dan langsung dibawa ke rumah sakit. 

POS-KUPANG.COM, SOE -- Warga Kelurahan Nunumeu, Kecamatan Kota SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), digegerkan atas penemuan mayat bayi laki-laki tanpa kepala, Kamis (9/7/2015). Leher hingga kepala bayi naas itu sudah dimakan anjing.

Bayi ini diperkirakan baru saja dilahirkan dan sengaja dibuang oleh orangtuanya. Mayat bayi yang ditemukan di pekarangan rumah milik Wens Dapa ini bermula ketika dia melihat anjing miliknya memakan potongan bayi tersebut.

"Sekitar pukul 06.15 Wita saya melihat anjing sedang makan sesuatu di depan rumah saya. Saat saya amati dari dekat ternyata yang dimakan anjing itu adalah tubuh bayi laki-laki tanpa kepala. Masih kaget dengan peristiwa tersebut saya bergegas menuju Polres TTS menginformasikan temuan itu," jelas Wens.

Polres TTS yang menerima laporan dari Wens langsung turun ke lapangan, dipimpin Kepala Urusan (Kaur) Identifikasi Polres TTS, Aipda Laurens Jehau, bersama dua anggotanya, Briptu Purwanto dan Brigpol Polce Thaiboko.

Tiba di tempat kejadian perkara (TKP), polisi melakukan identifikasi dan mengevakuasi jasad bayi laki-laki itu ke ruang jenazah RSUD SoE untuk divisum.

Kepada Pos Kupang, Laurens mengatakan, hasil identifikasi diketahui kepala bayi laki- laki tersebut sudah habis dimakan anjing.

"Hasil visum diketahui leher hingga kepala bayi telah dimakan anjing. Tidak hanya itu, hasil visum juga terlihat ada luka gigitan di dada kiri dan kanan bayi sehingga mengakibatkan tulang rusuknya patah," ujarnya.

Laurens menjelaskan, untuk mengetahui siapa orang tua dari bayi itu, pihaknya sudah menerjunkan tim intelijen dan tim Buru Sergap (Buser) ke TKP.

"Kami juga sudah koordinasi dengan kader posyandu untuk mengetahui jumlah ibu-ibu yang sedang hamil. Sedangkan untuk jasad bayi, setelah kami visum, kami serahkan ke Kelurahan Nunumeu untuk dimakamkan," ujar Laurens.

Dokter Irene Atte yang melakukan visum, mengatakan, "Dilihat dari organ tubuhnya yang sudah lengkap, bayi dapat dipastikan dilahirkan pada waktunya. Kami perkirakan bayi itu dilahirkan pada Kamis (9/7/2015) subuh/pagi, karena mayat belum lebam dan kaku."

Ditanya penyebab kematian bayi itu, dr. Irene mengatakan, diduga akibat dibuang sehingga bayi digigit anjing sampai mati. Untuk mengetahui penyebab pastinya, lanjut Irene, jasad bayi harus diotopsi.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang menyebutkan, kepala sampai leher bayi dengan panjang 35 cm itu habis dimakan anjing.

Panjang bayi 35 cm, masih ada tali pusat sepanjang 45 cm. Di bahu kiri ada lima titik bekas gigitan anjing, tulang dada kiri bayi patah. Selain itu, di perut ada bekas gigitan anjing, di lubang anus terdapat cairan hitam.

Penulis: nurlembang
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved