Kasus BSPS Nagekeo

Kejari Bajawa Siap Lidik

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bajawa akan menindaklanjuti dugaan penyimpangan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)

Kejari Bajawa Siap Lidik
ilustrasi

POS KUPANG.COM, BAJAWA---- Kejaksaan Negeri (Kejari) Bajawa akan menindaklanjuti dugaan penyimpangan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Nagekeo tahun 2013 dan 2014. Penyelidikan dugaan penyimpangan proyek tersebut akan dilakukan setelah kasus dugaan korupsi tanah Malasera dan Bappeda Nagekeo dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bajawa, Raharjo Budi Kisnanto, S.H, M.H mengatakan hal itu saat dikonfirmasi Pos Kupang, Senin (29/6/2015). Menurut Raharjo, informasi tentang dugaan penyelewengan proyek Program BSPS sudah diketahui jaksa dan akan ditindaklanjuti. Namun, saat ini jaksa masih fokus penanganan lima kasus dugaan korupsi, yakni tanah Malasera, Gedung Bappeda, Gedung DPRD Nagekeo, kasus air bersih Malafai, SPDN Aimere dan BBI Soa.

Jaksa akan menyelidiki kasus proyek BSPS setelah kasus Tanah Malasera dan gedung Bappeda Nagekeo dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang.

Raharjo mengatakan, jaksa belum memulai penyelidikan karena jaksa fokus pada kasus-kasus yang sudah dalam tahapan penyidikan. Setelah beberapa kasus tersebut tuntas, baru memulai yang baru. Apalagi, tenaga jaksa masih terbatas. Jika jaksa lebih dari 10 orang, mereka bisa menangani semua kasus yang sudah ada indikasi penyelewengan.

Sebelumnya diberitakan, tahun 2013 Kabupaten Nagekeo mendapat bantuan perumahan dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) sebanyak 300 unit dan tahun 2014 sejumlah 850 unit. Namun dalam pelaksanaan diduga terjadi penyimpangan. (jen)

Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved