Kuliner Jagung Titi dari Flotim

Theresia: Terkendala Ijin

Ibu-ibu Dekranasda Flotim sudah mencoba berbagai bentuk pangan jagung titi. Sebagian sudah dipasarkan, tapi masih terkendal perizinan dari Balai POM

Theresia: Terkendala Ijin
POS KUPANG/SYARIFAH SIFAT
KEMAS --- Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten FLotim, Theresia Sabu Hadjon Herin (kiri) bersama Kadis Koperasi, Drs. Frederik Bili (kanan) foto bersama jagung titi yang sudah dikemas di plastik. 

News Anaysis: Theresia Sabu Hadjon Herin
Ketua Tim Penggerak PKK Flotim

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA --- Ibu-ibu Dekranasda Flotim sudah mencoba berbagai bentuk pangan jagung titi. Dan, sebagian sudah dipasarkan, tapi masih terkendal perizinan dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) maupun Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk kehalalan.

Tetapi, kami selalu mendampingi ibu-ibu untuk terus berinovasi menciptakan pangan lokal dari jagung titi.

Pasalnya, jagung titi tidak bisa disimpan hingga berbulan-bulan. Jika ingin disimpan sampai setahun, maka jagung titi harus dijemur terus. Karena kadar airnya rendah, jagung titi sangat awet disimpan.

Lebih awet ketimbang jajanan biasa karena jagung titi tidak punya minyak dan gula. Akan lebih awet lagi jika disimpan rapat-rapat di dalam kaleng kedap udara atau ditutup dengan lakban.

Dan, orang zaman dulu jika hendak merantau dengan menempuh perjalanan berbulan- bulan hanya membawa bekal jagung titi dicampur kenari atau kacang-kacangan dan sagu. Jagung titi saat ini sudah diminati masyarakat luas.

Bahkan di dunia pariwisata, jagung titi juga sangat diminati wisatawan domestik dan mancanegara sebagai salah satu jenis makanan ringan.

Apalagi ketika prosesi Jumat Agung/Semana Santa saat paskah, banyak peziarah yang datang ke Kota Reinha-Larantuka selalu mencari jagung titi sebagai oleh-olehnya. Namun, pemerintah kita lamban mengemas jagung titi sebagai pangan lokal yang diminati.

Padahal, pemerintah dalam hal ini Dinas Perindag, Pariwisata, PKK dan Koperasi bisa kerja sama untuk menggolkan pangan lokal jagung titi menjadi makanan khas Flotim yang mendunia.

Hingga kini belum ada kesamaan pemahanan antar lintas sektor dalam pengembangan pangan lokal. Untuk itu, ke depan kita terus mencoba meyakinkan legislatif dan bekerja sama dengan dinas terkait untuk menjual produk pangan lokal kita khusus jagung titi sebagai jajanan khas Flotim.

Untuk memenuhi kebutuhan jagung titi bagi para wisatawan lokal dan internasional yang masuk ke Flotim, maka jagung titi dijual oleh pedagang di beberapa tempat pelayanan umum seperti Pasar Inpres Larantuka dan Pelabuhan Larantuka, serta Pelabuhan Penyeberangan Kapal Feri di Kelurahan Waibalun.

Untuk inovasi, ke depan, kami akan berusaha agar jagung titi bisa menjadi pangan lokal yang dikemas dalam kemasan yang memiliki nilai jual lebih besar dibanding sebelumnya. Saat ini jagung titi yang diproduksi secara manual/tradisional dijual dengan harga sekitar Rp 10.000 per toples atau ukuran satu piring nasi.

Saya pikir jika sudah dikemas dengan baik, maka setengah piring nasi harganya bisa Rp 10 ribu.

Beberapa jenis jagung yang bisa dibuat sebagai jagung titi yakni jagung metro, bisma, hibryda dan jagung pulut. Namun, yang paling enak untuk dibuat jagung titi adalah jagung pulut. Saat ini jagung titi selain dibuat secara manual tradisional, juga dibuat dengan mesin pres.

Meskipun telah ada mesin teknologi baru untuk pembuatan emping jagung yang mirip jagung titi, namun jagung titi tradisional lebih diminati karena nilai ekonomisnya meningkat. Juga menjadi menu harian yang bisa dimakan dengan kopi, teh, susu, kuah asam, bubur kacang hijau dan lain-lain.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved