Kuliner Jagung Titi dari Flotim

Mahir Bikin Jagung Titi Sejak Kecil

Jagung titi bisa ditemukan di beberapa tempat seperti di pertokoan, di Pasar Inpres Larantuka dan Pelabuhan Larantuka, Pelabuhan Penyeberangan Kapal

Mahir Bikin Jagung Titi Sejak Kecil
POS KUPANG/SYARIFAH SIFAT
JUAL JAGUNG --Bahria Lamado (45), warga Dusun I, Desa Lamawai, Kecamatan Solor Timur, menjual jagung titi di Pasar Inpres Larantuka, Kamis (2/7/2015). 

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA -- Jagung titi bisa ditemukan di beberapa tempat seperti di pertokoan, di Pasar Inpres Larantuka dan Pelabuhan Larantuka, Pelabuhan Penyeberangan Kapal Feri di Kelurahan Waibalun dan di galeri koperasi di Taman Kota Larantuka.

Para ibu kelompok industri rumah tangga asal Solor selalu siaga menyiapkan jagung titi dalam berbagai kemasan. Jagung titi dalam kemasan bisa ditemukan di galeri koperasi di Taman Kota, namun ketersediaan kadang terbatas.

Beberapa pembuat dan penjual jagung titi, Ina Benga, warga Desa Muda, Kecamatan Kelubagolit, dan Mina Perada, warga Boleng, Kecamatan Ile Boleng serta Somi Lipat, warga Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur, ditemui Pos Kupang di kediaman masing-masing, mengatakan, mereka sudah mahir membuat jagung titi sejak kecil. Ini warisan turun temurun dari orangtua mereka.

Menurut Ina Benga, jagung titi selalu dibuat oleh masyarakat Flotim sampai kapanpun karena peminatnya ada. "Sampai kapanpun, orang suka makan jagung titi, baik orang lokal maupun tamu dari luar. Karena itu, jagung titi pasti tetap abadi dan tidak akan lenyap dimakan zaman," kata Ina.

Sementara itu Somi, mengkritik proses pengolahan jagung titi yang tidak pernah berubah dari dulu hingga saat ini. Jagung titi merupakan makanan khas masyarakat Lamaholot, namun cara pengolahannya hingga sekarang belum berubah. Padahal, jagung adalah sumber karbohidrat alami. Jagung bisa diolah menjadi sirup dan tepung, juga beragam makanan.

Di negara lain, mungkin jagung titi ini menjadi makanan istimewa. Karena bentuknya yang unik dan khasiatnya bagus untuk penderita gula. Karena itu, mestinya harus dicari solusi agar jagung titi bisa menjadi makanan primadona masyarakat Indonesia, bukan hanya untuk orang Adonara atau Flotim dan NTT," kata Somi.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help