Kuliner Jagung Titi dari Flotim

Fredrik Bili: Diklat Baru Digelar

Kami buat diklat bagi ibu-ibu untuk sejumlah kuliner, termasuk emping jagung. Mulai dari proses pembuatan jagung hingga pengepakan dan pemasaran.

Fredrik Bili: Diklat Baru Digelar
POS KUPANG/SYARIFAH SIFAT
KEMAS --- Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten FLotim, Theresia Sabu Hadjon Herin (kiri) bersama Kadis Koperasi, Drs. Frederik Bili (kanan) foto bersama jagung titi yang sudah dikemas di plastik. 

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA --- Kadis Koperasi Flotim, Drs. Frederik Bili, Selasa (30/6/2015) mengatakan, walau tugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Flotim, namun pendidikan dan pelatihan (diklat) usaha emping jagung lebih banyak dibuat oleh Dinas Koperasi Flotim atas permintaan para pengusaha kecil menengah.

"Kami buat diklat bagi ibu-ibu untuk sejumlah kuliner, termasuk emping jagung. Mulai dari proses pembuatan jagung hingga pengepakan dan pemasaran. Bahkan, saya juga sudah minta ke pihak Bandara agar bisa dikasih satu saja etalase untuk pangan lokal, termasuk emping jagung dan kerajinan tangan lainnya tapi sampai saat ini belum ada kabar. Emping jagung jika dipasarkan cukup menjanjikan bagi UKM," kata Bili.

Diklat pengolahan jagung yang dilakukan Dinas Koperasi Flotim, demikian Bili, mulai dari pengolahan jagung titi. Jagung titi dibuat berbagai rasa, original, coklat dan asin. Setelah diolah baru dikemas dalam kemasan.

"Ibu-ibu sudah banyak yang tahu cara mengolah jagung titi. Hanya saja, pasaran kita yang masih terbatas dan tingkat promosi kita yang belum baik," ujar Bili.

Menurut dia, jika jagung titi diolah secara baik akan kalah dengan emping jagung bulat yang dijual di sejumlah pasar se-Nusantara.

"Sekarang jagung bulat, emping jagung dari Jawa cukup banyak. Dijual dengan harga Rp 1.000/bungkus. Ini memang butuh proses dan diklat yang lebih khusus. Selama ini kami buat diklat, tapi tidak khusus jagung," katanya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Flotim, Theresia Sabu Hadjon Herin mengatakan, kebanyakan diklat untuk semua jenis usaha mikro masyarakat digelar Dinas Koperasi.

"Kami kerja sama dengan Dinas Koperasi gelar diklat untuk memodifikasi penjualan jagung titi. Setahun sekali dan ini berjalan. Bahkan, sudah ada jagung titi yang dijual dalam kemasan. Namun, kita punya kendala terkait anggaran dengan kepekaan terhadap para UKM. Kadang kami anggarkan dana untuk diklat, tapi dicoret. Ke depan kami akan lebih fokus," ujarnya.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help