PosKupang/
Home »

Video

Video

VIDEO: Atasi Masalah Kesehatan di NTT dengan Total Football

Ibarat bermain sepakbola, untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), harus total football.

VIDEO: Atasi Masalah Kesehatan di NTT dengan Total Football
PK/VEL
Program Teknical spesialis AIPHSS Kemenkes RI, Prof. Ascobat Gani 

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Ibarat bermain sepakbola, untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), harus total football.

Semua harus ikut main, mulai dari kiper, muka, belakang, semua harus terlibat. Ibarat burung, NTT harus bisa menjadi burung gagah perkasa yag bisa terbang tinggi.

Demikian Program Teknical spesialis AIPHSS Kemenkes RI, Prof. Ascobat Gani, saat penutupan lokakarya penguatan modal sistem kesehatan dalam konteks UU Nomor 23 tahun 2014 dan pelaksanaan jaminan kesehatan nasional (JKN), di Hotel T-More, Kupang, Rabu (30/6/2015).

Ascobat mengatakan, mengatasi masalah kesehatan di NTT ini bisa juga diibaratkan bagaimana burung yang gagah perkasa itu bisa terbang. Untuk bisa terbang maka badan, sayap, hingga kaki burung itu harus kuat.

Sayap kaki burung itu diibatkan pemerintah pusat, propinsi, daerah, juga dinas kesehatan, RSUD, puskesmas dan pihak terkait harus punya komitmen yang sama dan mau mewujudkannya.

Karena itu, Prof. Ascobat berharap, bupati, kepala bapedda, dinas kesehatan, rumah sakit umum daerah dan juga pihak terkait punya komitmen untuk menyelesaikan berbagai masalah kesehatan di daerah dan di propinsi NTT.

"Kalau dulu kita cenderung mengatasi masalah kesehatan, penyakit itu hanya sendiri-sendiri, mengatasi TBC saja, malaria saja. Kini, untuk mengatasinya kita harus melakukan pendekatan sistem, secara bersama-sama," tegasnya.

Ascobat menambahkan, membangun kesehatan bukan seperti menanam jagung, tiga bulan panen.

"Ini butuh waktu lama. Dan kalau lama berarti harus ada komitmen jangka panjang. Karena itu, hasil yang kita sepakati dalam lokakarya ini harus bisa masuk ke regulasi peraturan bupati, RPMJD, perda, renstra," kata Prof. Ascobat.

Sekretaris Dinkes Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap menyampaikan apresiasi atas kegiatan lokakarya itu.

"Saya harap kegiatan seperti ini bisa juga dibuat di Papua. Saya lihat teman-teman di NTT lebih semangat daripada kami di Papau. Kami perlu belajar dari NTT bagaimana membangun peran lintas sektor untuk membangun komitmen mengatasi masalah kesehatan," kata Arnoldus.

Asisten I Setda SBD, Johanes Pende, SH, mengatakan, untuk bisa mewujudkan komitmen yang sudah dibuat bersama itu tidaklah susah jika jika dibuat rekomendasi lokakarya ini untuk para bupati.

STORY HIGHLIGHTS
- Ibarat sepakbola, harus total football
- Lakukan pendekatan bersama-sama
- Harus punya komitmen yang panjang

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help