Tamu Kita

Shirley Manutede Promosi Tenun Ikat Lewat Medsos

Jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) ini sangat fashionable, khususnya ketika sedang tidak bertugas atau di luar kantor.

Shirley Manutede Promosi Tenun Ikat Lewat Medsos
istimewa
SHIRLEY--Shirley Manutede bersama ibunda, Adriana Kanahebi, dalam sebuah acara, belum lama ini. 

Saya rasa, profesi apa saja, mau jaksa, polisi, hakim, PNS atau ibu rumah tangga sekalipun, seharusnya bisa fashionable, asal tidak berlebihan. Karena, tentu, banyak kegiatan yang akan kita lakukan di luar profesi kita. Saat itu kita bisa mengenakan pakaian yang fashionable.

Siapa tokoh yang menjadi inspirasi kehidupan Anda?
Bicara tentang tokoh yang menginspirasi kehidupan saya ada banyak. Karena dalam kehidupan ini, saya banyak belajar dari berbagai orang dengan latar belakang pendidikan berbeda. Tapi, tokoh utama yang menginspirasi kehidupan dan yang banyak mengajarkan nilai-nilai kehidupan kepada saya adalah kedua orangtua.

Dari ibu, Adriana Kanahebi, saya banyak belajar tentang kegigihan, semangat dan keberanian untuk menghadapi kehidupan. Ibu mengajarkan kami tidak boleh cepat berputus asa, tidak cepat lelah, tidak cepat marah atau bersungut-sungut dalam menjalani kehidupan. Ibu juga mengajarkan agar kami tidak boleh takut dengan siapapun karena semua manusia diciptakan sama dengan kemampuan yang sama, hanya tergantung dari diri kita sendiri mau mengeluarkan kemampuan itu dalam bentuk apa, semua dengan talenta masing-masing.

Dari ayah, Drs. Daniel Manutede, saya banyak belajar tentang kesederhanaan, ketulusan dan ketenangan, kebijaksanaan untuk mendengar dan melihat segala sesuatu dari dua belah pihak, tidak serta merta hanya mendengar atau memutuskan segala sesuatu hanya mendengar dan melihat dari satu sisi saja.

Dan, dari keduanya saya belajar mengenai kerendahan hati, keikhlasan dan takut akan Tuhan. Terima kasih tak terhingga untuk kedua orangtua saya yang menjadi motivator terbesar dalam kehidupan saya sejak kecil hingga saat ini.

Apa kaitannya dengan profesi jaksa?
Sebagai jaksa, ada kewenangan-kewenangan yang diberikan UU kepada saya. Di situlah nilai-nilai positif dari orangtua saya itu saya terapkan. Bagaimana saya harus profesional menjalankan aturan dan memposisikan diri sebagai jaksa yang tidak membeda-bedakan para pihak dan selalu menangani perkara dengan menggunakan hati nurani, namun juga dengan penuh rasa takut akan Tuhan. Di samping itu, saya juga harus tetap rendah hati dan memperlakukan orang lain dengan baik sebagaimana kita ingin diperlakukan.

Apa prinsip dan pedoman hidup Anda?

Harus selalu seimbang dalam menjalani kehidupan. Jangan ada yang terlalu berlebihan. BIla senang, jangan terlalu senang. Bilan sedih, jangan terlalu sedih. Bila takut, jangan terlalu takut. Hidup ini butuh keseimbangan dan semuanya akan berlalu. Tidak ada tenda pesta yang tidak usai. Dan tidak ada tenda duka yang tak pernah usai. (*)

BIOFILE
-------------
- Nama : Shirley Manutede, SH, MH
- TTL : Kupang, 11 Oktober 1975
- Status : Menikah
- Anak : Dyana Evelyn dan Dinda Angelya
- Jabatan : Kasi 1 Bidang Intelijen Kejati NTT
- Studi:
* S1 : Hukum UKAW Kupang
* S2 : Hukum Undana Kupang
* Pendidikan Sekretaris pada Institut Minerve Surabaya.
* Pendidikan Kepribadian pada John Roberth Power Surabaya.

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved