Tamu Kita

Shirley Manutede Promosi Tenun Ikat Lewat Medsos

Jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) ini sangat fashionable, khususnya ketika sedang tidak bertugas atau di luar kantor.

Shirley Manutede Promosi Tenun Ikat Lewat Medsos
istimewa
SHIRLEY--Shirley Manutede bersama ibunda, Adriana Kanahebi, dalam sebuah acara, belum lama ini. 

Jemur di tempat yang teduh, jangan dibawah sinar matahari langsung. Setelah kain dicuci barulah bawa ke penjahit. Agar penjahit tidak salah memposisikan modifikasi yang kita inginkan, gambarkan design model sesuai dengan motif kain. Berikan penjelasan sedetail mungkin kepada penjahit agar motif pada tenun itu bisa diletakkan pada busana sesuai model yang kita inginkan. Pilih model busana sesuai dengan postur tubuh.

Setelah menjadi busana, taruh di lemari dan sesekali dikeluarkan dianginkan. Jika perlu cuci di dry clean atau cuci dengan air shampoo. Seterikalah bagian dalam busana atau letakkan busana itu dibawah kain agar panas seterika tidak langsung mengenai busana tenun ikat itu.

Bagaimana saran Anda bagi pemerintah dan penjahit di NTT untuk mengembangkan tenun ikat NTT?
Untuk para penenun semoga mereka bisa terus berusaha meningkatkan kualitas produknya sehingga harga jualnya pun bisa lebih baik dan hasilnya bisa memuaskan pembeli. Jangan hanya puas menghasilkan produk yang begitu-begitu saja, namun harus ada peningkatan kualitas. Begitu juga untuk penjahit, harus terus meningkatkan kualitas jahitannya dan mampu merancang model-model busana yang baik.

Jangan takut mencoba dan terus belajar. Untuk pemerintah, seharusnya bisa lebih banyak mendampingi para penenun, termasuk memberikan modal usaha sehingga penenun bisa meningkatkan produk secara kuantitas maupun kualitasnya. Juga sering mengadakan festival dan lomba modifikasi tenun ikat untuk masyarakat NTT yang bisa diikuti anak-anak, remaja, dewasa hingga orang kantoran. Bahkan perlu juga lomba menjahit busana modifikasi tenun ikat untuk para penjahit.

Saran Anda untuk masyarakat NTT dalam pengembangan tenun ikat?
Tenun ikat NTT tidak kalah cantik dan menarik dengan produk tenun dari daerah lain. Tenun ikat NTT bisa menjadi model atau fashion yang luar biasa di mata dunia dan hal itu sudah dibuktikan. Jangan kita hanya mengimbau dan mengiklankan dengan kata-kata tapi mari kita buktikan dengan cara kita belajar untuk menyukai dan mengenakan tenun ikat NTT dalam kehidupan sehari-hari.

Jangan sampai kita lebih suka pakai tenun ikat atau motif dari daerah lain seperti batik, rang-rang dan lainnya, sementara orang luar NTT malah lebih menyukai tenun ikat NTT yang kita miliki. Mari sama-sama mengembangkan dan mempromosikan tenun ikat NTT. Jangan hanya menyimpannya di dalam lemari. Ubahlah kain tenun menjadi busana modifikasi dan buatlah aksesorisnya serta pakailah dan pajang fotonya di medsos.

Bagaimana cara Anda mempromosikan tenun ikat NTT?
Cara promosi yang saya lakukan yakni mengenakan tenun ikat NTT lewat busana modifikasi yang saya rancang itu dalam kehidupan sehari-hari, ke gereja, ke pesta, arisan dan lainnya. Cara lain, yakni memajang foto-foto saya mengenakan busana modifikasi tenun ikat ke media sosial (medsos), seperti facebook, twitter, path, BBM. Bukan untuk gagah-gagahan atau pamer tapi itu sebagai upaya mempromosikan keindahan tenun ikat NTT kepada dunia.

Saya tidak pernah menyembunyikan hasil rancangan busana saya. Jika ada yang tanya di mana saya jahit, saya tunjukkan penjahitnya. Tujuannya? Agar teman-teman juga bisa memiliki busana modifikasi tenun ikat, entah mau modelnya sama atau model lain. Saya senang melihat teman saya mulai mencintai, membeli, melestarikan, mengenakan tenun ikat khas NTT itu dalam kehidupan mereka.

Dalam berbagai acara di sini dan di luar NTT, saya mengenakan busana modifikasi tenun ikat NTT. Hasilnya, banyak orang ingin membeli tenun ikat khas NTT dan mengenakannya. Bagus kan, orang luar NTT mau memakai tenun ikat NTT. Artinya, mereka mencintai sekaligus ikut mempromosikan budaya dan daerah kita ini.

Sebenarnya Anda lebih cocok menjadi model karena Anda selalu tampak fashionable. Tapi Anda memilih menjadi jaksa. Apa yang mendorong Anda menekuni profesi jaksa?
Dulu, rumah kami di Kelurahan Oebobo itu dekat dengan kejaksaan sehingga setiap hari saya melihat para jaksa mengenakan seragam dan sangat gagah sehingga saya tertarik menjadi jaksa. Saya lalu kuliah di Fakultas Hukum Unkris. Dan, ketika ada pembukaan tes CPNSD dan tes di kejaksaan, saya ikut dan lulus dua-duanya. Saya memilih di kejaksan dan kini menjadi jaksa.

Halaman
1234
Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved