Pembunuhan anak

Agustina Menangis Ingat Bayinya

Agustina Nona Ina (33), ibu rumah tangga yang tega membuang bayinya seusai melahirkan, menangis ingat bayinya itu.

Agustina Menangis Ingat Bayinya
Net
Ilustrasi 

POS-KUPANG.COM, MAUMERE -- Agustina Nona Ina (33), ibu rumah tangga yang tega membuang bayinya seusai melahirkan, menangis ingat bayinya itu. Ia menangis sambil melukiskan ulang perbuatannya membuang bayi yang ia lahirkan karena hubungan gelap dengan Edu, bukan suaminya.
"Saya waktu itu perut sakit.

Saya ke kebun, jarak dari rumah keluarga saya sekitar 500 meter. Bayi itu lahir dalam posisi telungkup. Setelah itu saya balik lalu saya lihat wajahnya. Bayi itu tidak menangis. Saya bungkus dia dengan kertas zak semen, lalu saya pergi," tutur Agustina di Mapolres Sikka, Sabtu (27/6/2015) pagi.

Ibu empat anak ini mengungkapkan, bayi malang yang lahir dari rahimnya adalah hasil hubungannya dengan Edu di Kalimantan.

"Saya dan Edu melakukan perbuatan itu di Kalimantan. Kami sama-sama merantau di sana. Saya dan suami juga di Kalimantan. Edu sekarang masih di Kalimantan. Saya bersama keluarga sudah pulang dan menetap di Wodon, Desa Blatatin, Kecamatan Kangae," ujarnya.

Mengenai perbuatannya, Agustina mengatakan, suaminya tidak tahu karena perutnya tidak membesar sehingga suaminya tidak curiga. "Suami saya namanya Bandi. Dia tidak tahu. Saya sembunyi masalah ini dari dia. Ketika kemarin polisi ke rumah keluarga saya di Ojang, suami saya hanya diam," papar Agustina.

"Saya menyesal sekali. Semua sudah terjadi. Anak yang saya lepas itu sudah dikuburkan di Ojang. Apapun hukumannya, saya siap jalani. Ini harus saya pikul. Saya takut suami. Saya malu. Tetapi semua sudah terjadi dan ini salah saya," kata Agustina.

Ditanya apakah bayi itu dicekik, Agustina mengaku tidak mencekik bayinya. "Saya tidak cekik. Selesai melahirkan saya bungkus dengan zak semen lalu saya pergi," ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Sikka, AKP Hendri Sianipar, mengatakan, Agustina diamankan di sel Mapolres Sikka untuk menjalani pemeriksaan. "Agustina dibawa ke Polres Sikka Sabtu (27/6/2015) dini hari seusai olah TKP," kata Hendri, kemarin.

Agustina menuturkan, ia masih sempat melihat bayinya dibungkus kain putih lalu dimasukkan ke dalam peti jenazah oleh keluarga untuk dimakamkan di Ojang.

Ia juga mengatakan, saat ada berita warga melihat anjing membawa bayi, ia sempat dihubungi mama kecilnya.

"Mama kecil saya tahu saya hamil. Dia sempat telepon saya, ada anjing makan bayi ditemukan warga. Saya diam saja seusai menerima telepon dari mama kecil saya di Ojang. Memang seminggu ini kami tinggal di rumah mama kecil bersama empat anak dan suami. Tetapi yang tahu saya hamil mama kecil saja. Suami dan anak tidak tahu," kata Agustina.

Terima Kasih
Kapolres Sikka, AKBP I Made Kusuma Jaya, S.H, S.IK Sabtu (27/6/2015) siang menyampaikan terima kasih kepada warga yang mengnformasikan temuan bayi yang dimakan anjing.

"Pengungkapan kasus ini berkat dukungan dan informasi dari masyarakat. Ini pertanda warga ingin kasus ini diungkap, kami bergerak cepat agar mengetahui siapa pelakunya," ujar Made.

Sebelumnya diberitakan, Agustina Nona Ina (33), seorang ibu rumah tangga tega mencekik leher bayi yang baru dilahirkannya hingga tewas. Agustina melakukan itu di kebun salah satu warga Desa Ojang, Kecamatan Talibura-Sikka, Senin (22/6/2015). Diduga bayi naas itu hasil hubungan dengan kekasih gelap, Edu.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved