Pengerjaan Jalan Negara Sesuai UU

Penebangan pohon di Jalan Ahmad Yani Maumere menuai protes dari pemerhati masalah lingkungan.

MAUMERE, POS KUPANG.COM--Penebangan pohon di Jalan Ahmad Yani Maumere akibat pekerjaan pemeliharaan berkala mulai dari perempatan Stadion Gelora Samador Maumere hingga Patung Teka Tiku menuai protes dari  pemerhati masalah lingkungan.

Herman Ropa Rohi, S.T selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Maumere-Waerunu menegaskan, pihaknya telah melakukan koordinasi dan pemberitahuan kepada Bupati Sikka, Dinas PU Sikka, Bappeda Sikka dan BLH Sikka.

Herman menegaskan, pihaknya sudah mengkaji secara baik. Pengerjaan proyek itu  selalu  memperhatikan pengelolaan lingkungan hidup dan memperhatikan UU Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan dan UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup (PPLH).

Herman mengatakan, pihaknya sudah memperhatikan dampak yang akan terjadi dari pemotongan pohon di jalan negara. Dampak itu sudah dituangkan dalam surat kepada BLH Sikka.

"Kami tidak mungkin melaksanakan pekerjaan yang bertabrakan dengan UU. Kami bekerja sesuai mekanisme dalam rangka menata dan membangun daerah ke depan,"kata Herman.

Pohon yang ditebang akan diganti dengan menanam pohon baru di lahan yang kosong. Penebangan pohon di jalan negara, karena sudah masuk ke badan jalan dan  merusak jalan.

Herman menambahkan, dalam surat pihaknya kepada BLH Sikka, sudah tertuang jelas kerusakan seperti rambu lalu lintas akan diperbaiki dan menanam pohon kembali setelah pembongkaran trotoar dan saluran samping jalan.

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help