Ekslusif Sei Babi di Kupang

Sei Sapi Tergeser dengan Sei Babi

Daging Se'i sebenarnya adalah daging (sapi atau babi) yang setelah dibumbui lalu diasapi dengan api agar dapat disimpan lebih lama.

Laporan Wartawan Pos Kupang: Novemy Leo dan Aplonia Metilda Dhiu

POS-KUPANG.COM, KUPANG --- Daging Se'i sebenarnya adalah daging (sapi atau babi) yang setelah dibumbui lalu diasapi dengan api agar dapat disimpan lebih lama. Kata Se'i sebenarnya berasal dari bahasa Rote yang berarti daging tipis yang diiris memanjang.

Pasalnya, dahulu kala, se'i itu dibuat dari bahan daging sapi. Sekarang keberadaan se'i sapi sudah 'tergeser' oleh se'i babi. "Sekarang penggemar se'i babi lebih banyak dari se'i sapi," kata Yuli Chandra, pemilik RM Se'i Babi Kolhua, Kupang, Kamis (18/5/2015) siang.

Cara pengolahan se'i babi sebenarnya sederhana. Daging babi dipilih yang berkualitas lalu dipotong memanjang dan potongan mulai 50 centimeter hingga satu meter lalu dibumbui dengan garam dan bumbu yang menjadi khas dari pengelolanya.

Kemudian didiamkan selama beberapa saat lalu diasapi. Umumnya di Kota Kupang tempat panggangnya dibuat semacam bak setinggi satu meter lalu di bagian atasnya diletakkan besi panggangan permanen.

Dan, di bawah bak itulah diletakkan kayu bakar untuk membantu pengasapan daging babi yang ada di atas tempat panggang.

Khusus di Se'i Babi Baun Om Ba'i, kayu bakarnya menggunakan kayu lamtoro, kusambi, dan kuswari. Biasanya di atas daging babi yang diasapi itu ditutupi daun kusambi muda. Konon, daun kusambi bermanfaat sebagai penyaring panas dan membuat aroma dan warna daging tetap terjaga.

"Itu adalah salah satu ciri khas Se'i Baun Om Ba'i. Daun kusambi bikin daging jadi harum dan manis, gurih dan enak," kata Om Ba'i, yang selalu mengawasi proses pembuatan se'i babi.

Namun sebagian pengusaha se'i babi di Kota Kupang tidak menggunakan cara itu.

"Mungkin semua tergantung selera. Kalau ditutupi pakai daun nanti dagingnya bau asap sehingga kami di sini tidak pakai cara itu. Pelanggan kami sudah lumayan. Kami juga menerima pesanan dari luar NTT. Kami kirim dengan cara divakum sehingga bisa bertahan lama," kata Yuli.

Ia juga mengaku selalu terlibat dalam proses pengolahan se'i babi di rumah makannya agar bisa menghasilkan kuliner se'i babi yang bercita rasa khas dan nikmat.

Daniel Lulu, mengatakan, ia sudah menjadi pelanggan Se'i Babi Baun Om Ba'i sejak 10 tahun lalu. "Tidak ada yang lawan. Cara masaknya bagus dan saya suka cita rasanya. Hampir tiap minggu saya membeli se'i babi di sini," kata Daniel, yang ditemui di Se'i Babi Baun Om Ba'i, Rabu (17/6/2015) pagi.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved