Tamu Kita

Ignatius Henyo Kerong: Beri Garam dan Penyedap

Mulai dari praktek dokter, menjadi asisten hingga Kepala Bapedda di Kabupaten Sikka, sudah dilakoni oleh dokter Ignatius Henyo Kerong.

Ignatius Henyo Kerong: Beri Garam dan Penyedap
PK/VEL
Ignatius Henyo Kerong 

Misalnya, di daerah itu ada angkot, pick up, maka pemilik mobil akan diminta berpartisipasi dengan biaya tergantung pemilik mobil. Jika fasilitas kesehatan itu tidak bisa diakses kendaraan, maka anak-anak muda siap memandu si ibu dengan tandu atau apapun yang bisa digunakan. Keempat, jejaring KB yakni untuk mengatur kehamilan. Kelima, jejaring darah, penyiapan darah untuk ibu melahirkan. Kalau di Kabupaten Ende dan Ngada ada enam sampai tujuh jejaring.

Apa tambahan jejaring di Kabupaten Ende?
Ende ada dua jejaring tambahan yakni jejaring gizi dan ASIH eksklusif serta jejaring bencana alam. Di Ende banyak desa yang rawan bencana. Warga mengidentifikasi dengan bantuan dinkes, misalnya pada musim paceklik, warga harus buat apa, atau di daerah yang sering longsor atau kekeringan mereka harus buat apa. Dan, di Kabupaten Ngada, ada jejaring katekese.

Di sana masyarakat membuat Paroki Siaga. Pengurus seksi kesehatan di paroki adalah petugas dari puskesmas. Di sana peran tokoh agama atau pastor sangat kuat, sehingga setiap ibu mempunyai buku katekese. Dan, setiap ada katekese keluarga, maka akan dibahas mengenai segala persoalan dan penanganan seputar ibu hamil kemudian disharingkan dan dihubungan dengan seruan dalam Injil. Banyak sedikitnya jejaring, tergantung dari kondisi desa dan kesiapan masyarakatnya.

Sampai kapan AIPMNH ada di NTT?
AIPMNH akan selesai bulan Juni tetapi masih ada program baru sehingga diperpanjang lagi sampai bulan Desember 2015. Program baru itu bernama Permata. Permata bisa dibilang perbaikan dari program AIPMNH. Saya contohkan begini, selama ini AIPMNH hanya melihat kematian ibu dan anak, namun dalam perjalanan ternyata ditemukan faktor lain yang juga mempengaruhi kematian ibu dan anak yakni gizi.

Kalau AIPMNH hanya fokus pada penurunan angka kematian ibu dan anak atau aspek kesehatan yang ditonjolkan, Permata akan ditambah dengan gizi dan KB, disamping MNH (maternal dan neonathal) yakni kesehatan ibu baru lahir dan bayinya. Memang dulu ada gizi tetapi hanya gizi untuk anak usia 0 - 6 bulan, di mana ibu harus memberikan asi ekslusif.

Ternyata, melahirkan anak berat badan lahir rendah atau kurang dari 2500 gram itu juga dari ibu yang tidak sehat dan kurang gizi. Permata diharapkan bisa menjawab persoalan tersebut.

Program baru Permata apakah juga akan masuk di semua daerah di NTT?
Ya, semoga bisa menyentuh kabupaten lainnya di NTT. Untuk sementara, hanya akan dilaksanakan di 10 dari 14 kabupaten. Karena kami menilai ada empat kabupaten yang sudah 'lulus' AIPMNH yakni Kabupaten Sikka, Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan Belu. Karena itu, 10 kabupaten lain, akan lanjut dengan program Permata.

Yakni Kabupaten Lembata, Flores Timur, Ende, Ngada, Manggarai, Manggarai Barat, Sumba Timur, Sumba Barat, TTS, TTU.

Umumnya setelah pendampingan lembaga internasional, masyarakat akan kembali ke 'laptop'. Apa pendapat Anda?
Kami sudah memulai dengan sister hospital dan Pemda sudah ambil alih beberapa hal dengan APBD. Contoh, dari 833 desa siaga, tidak semuanya dibiayai oleh AIPMNH, ada juga peran pemda melalui APBD. AIPMNH hanya memberikan tenaga mentor di lapangan, tetapi biaya dari APBD. Di setiap kabupaten direkrut tenaga pemberdayaan masyarakat, masing-masing dua orang. Mulai dua tahun lalu, biayanya sudah dari pemda, AIPMNH hanya merekrut saja.

Bahkan saat ini di BPMD mengumpulkan uang jalannya untuk membiayai dua desa siaga. Satu hal yang saya senang dan sampaikan ke bupati bahwa AIPMNH adalah provokator yang sukses. Kita omong, para bupati mendengar cerita kami dan mereka lakukan. Dan, metode ini akan dilanjutkan untuk program baru dan ke depan. Dana bantuan AIPMNH setiap tahun sebesar Rp 100 miliar, tetapi dana ini dibagi ke 14 kabupaten.

Halaman
1234
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help