Lukas Tewas Dianiaya

Lukas Beda Ama (13), warga Sandosi, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, tewas setelah dianiaya oleh KA, warga Dusun Belle.

Karena kejadian itu, korban dipukul dan sepeda motornya dirusaki. Korban akhirnya pulang bersama seorang temannya yang dibonceng ke rumahnya di Riangmuko. Namun ketika baru sampai di Dusun Wailingo (kuburan Cina), korban disusul oleh beberapa orang dan memukulnya.

"Setelah itu korban dibawa ke suatu tempat oleh orang-orang tersebut. Mereka menyiksa dan menganiayanya. Sekujur badan korban terlihat lebam akibat penyiksaan. Tangan kanan korban patah. Korban lalu dibawa ke Puskesmas Waiwerang pada hari itu juga," tutur sebuah sumber.

"Besoknya, hari Minggu tanggal 14 Juni 2015, korban dirujuk ke RSUD Larantuka karena kondisinya semakin menurun. Namun dalam perjalanan ke Larantuka, korban menghembuskan napas terakhirnya," tutur sumber itu.

Sumber itu juga menuturkan, korban tercatat sebagai siswa kelas VI SDI Riangrindu, Desa Waiburak.

"Bersama orangtuanya, korban sedang menantikan pengumuman kelulusan pada hari Rabu, 17 Juni 2015. Namun, ternyata Lukas sudah tiada. Kami minta polisi memproses para pelaku untuk dihukum seberat-beratnya. Seorang anak kecil dianiaya oleh orang-orang dewasa hingga tewas. Apakah dunia ini sudah begitu kejam?" keluh sumber itu.

Sumber itu juga meminta Komnas Anak untuk ikut menangani kasus ini.

"Kasihan anak-anak di negeri ini. Harapan kami ke depannya tidak ada lagi. Jangan ada lagi Lukas-Lukas lainnya yang jadi korban seperti ini. Cukup Lukas Beda Ama. Ade Lukas...selamat jalan," tukasnya.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved