Tamu Kita

Catootjie Lusje Nalle: NTT Belum Fokus

Sebagai Doktor Nutrisi Unggas (ayam broiler) pertama di NTT, Catootjie Lusje Nalle, S.Pt., M.Agr.St., Ph.D sudah banyak 'menyumbang' ilmunya.

Catootjie Lusje Nalle: NTT Belum Fokus
PK/VEL
Catootjie Lusje Nalle, S.Pt., M.Agr.St., Ph.D 

Pabrik pakan ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan internal kampus dan juga untuk masyarakat luas, ya untuk komersial juga. Seharusnya tahun ini proyek itu sudah dioperasikan karena alat- alatnya sudah ada. Tetapi, kami masih menunggu gedungnya baru mau dibangun tahun ini juga. Mungkin paling lama tahun 2016 sudah bisa beroperasi.

Bicara soal pakan ternak dan NTT sebagai provinsi ternak. Apa pendapat Anda?
Program pemerintah untuk menjadikan NTT sebagai provinsi ternak itu sebenarnya bagus. Namun saya melihat program ini belum bisa berjalan maksimal karena ada beberapa kendala. Salah satu kendala atau hambatannya adalah ketersediaan pakan ternak di NTT. Kita kesulitan menyediakan pakan ternak meski bahan pakan itu sebenarnya ada di NTT ini.

Bicara soal ketersediaan pakan ternak yang alami saja, misalnya rumput dan tanaman untuk pakan ternak sapi. Kalau pada musim hujan, berlimpah tapi pada musim kemarau, ketersediaan pakan itu sangat kurang. Sebenanrya kita bisa menyediakan atau menyimpan pakan ternak itu selama setahun dengan cara membuat silase (fermentasi).

Apa itu Silase, bisa dijelaskan?
Beberapa waktu lalu saya membuat kegiatan di Dusun Binilaka, Kelurahan Penfui. Banyak teknologi pengembangan pakan ternak ruminansia untuk sapi. Di sana kan banyak pohon gamal yang bisa dijadikan pakan untuk sapi, namun belum dimanfaatkan maksimal. Kami ajarkan teknologi untuk membuat silase (fermentasi), wafer atau membuat bak untuk menampung bahan pakan ternak.

Gamal dikeringkan, dihaluskan, dan dibuat menjadi wafer dan silase lalu dimasukkan ke dalam bak. Pakan ini bisa disimpan lama sehingga pada musim kemarau pun silase dan wafer ini bisa diberikan kepada ternak sapi. Teknologi ini sebenanrya juga sudah diketahui dan dipahami oleh pemerintah atau dinas terkait, namun entahlah sudah diterapkan ke masyarakat atau belum. Dengan menggunakan teknologi ini, maka tentu pakan ternak bagi sapi tidak akan berkurang meski musim hujan atau musim kering.

Apakah untuk membuat pakan ternak wadahnya harus dari bak?
Bisa saja dari ember jika akan digunakan tetapi untuk disimpan dalam jangka waktu lama. Kalau hanya ember mau apa? Berarti kembali lagi ke dana. Hanya kalau kasih dana ke masyarakat, tidak ada pendampingan, tidak ada gunanya. Seperti yang lalu kami membangun bak di depan rumah pada anggota kelompok dan memberikan tong. Tetapi, motivasi masyarakat hanya untuk mendapatkan tong. Sementara teknologi pakan yang diberikan tidak dijalankan.

Apa yang seharusnya dibuat Pemerintah?
Hal yang sederhana saja. Jangkaulah dan dampingilah masyarakat secara terus- menerus sehingga program provinsi NTT menjadi provinsi ternak dan swasembada daging bisa cepat terwujud. Yang kami pikirkan dari institusi, yakni bagaimana bisa menempatkan alumni Politani langsung di setiap desa untuk menjadi contoh di masyarakat.

Sebenarnya program Anggur Merah itu bisa juga dimanfaatkan oleh alumni Politani Negeri Kupang. Sehingga dengan dana itu, mereka bisa berkiprah secara langsung di masyarakat. Hemat kami, lulusan Politani Kupang lebih siap di lapangan untuk mendampingi masyarakat. Namun sayangnya, program Anggur Merah lebih banyak yang direkrut adalah sarjana pada bidang lain, sehingga hal ini kurang efektif.

Cara lainnya, pemerintah harus terus bekerjasama dengan perguruan tinggi. Melibatkan perguruan tinggi dalam membahas persoalan-persoalan atau program mengenai peternakan. Bahkan, jika perlu, melibatkan lebih awal saat penyusunan program atau perencanaan sehingga program yang dibuat pemerintah itu benar-benar menyentuh masyarakat, khususnya peternak. Selama ini kerja sama itu sudah dicetus oleh Balai Besar Penelitian Peternakan (BBPP), beberapa kali kami diminta hadir. Namun akhir-akhir ini sudah tidak berjalan lagi.

Bagaimana kesiapan masyarakat?
Pengalaman saya saat melakukan pengabdian kepada masyarakat di Penfui dan Kaniti, masyarakat kita sudah siap. Namun seperti yang tadi saya katakan, mereka perlu pendampingan terus menerus sehingga hasilnya baik. Kendalanya hanya terletak pada usia.

Halaman
1234
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help