Tamu Kita

Catootjie Lusje Nalle: NTT Belum Fokus

Sebagai Doktor Nutrisi Unggas (ayam broiler) pertama di NTT, Catootjie Lusje Nalle, S.Pt., M.Agr.St., Ph.D sudah banyak 'menyumbang' ilmunya.

Catootjie Lusje Nalle: NTT Belum Fokus
PK/VEL
Catootjie Lusje Nalle, S.Pt., M.Agr.St., Ph.D 

Apa cerita menarik saat mengikuti pendidikan di negeri orang?
Cerita menariknya saat kuliah di sana, saya hampir mati akibat penyakit asma. Ceritanya begini. Saat itu saya harus melakukan sembilan penelitian. Penelitian itu berkaitan dengan bagaimana mencampur ransum, memelihara ternak, mengolah hasilnya, membuat pakannya, lalu menganalisa di lab.

Saat pencampuran pakan di pabrik, banyak debu sehingga asma saya kambuh dan saya hampir mati. Meski saat itu saya sudah pakai masker, tetapi karena saya harus mencampur empat ton pakan ternak. Saya harus menimbang bahan satu persatu dengan perlakuan berbeda-beda, menimbang, mencampur.

Dan, teknisi di sana tidak terlalu membantu. Saya lakukan sendiri hingga asma saya kambuh dan saya sakit. Tapi untunglah segera ditangani dan Puji Tuhan saya sembuh. Dan bisa menyelesaikan pendidikan saya dengan baik. Namun begitu kembali ke Kupang, saya mendapat tantangan besar yang nyaris menghancurkan kehidupan saya.

Apa itu, kalau boleh diceritakan?
Saat saya kembali ke Kupang, saya menghadapi persoalan rumah tangga. Mantan suami saya meninggalkan saya dan anak saya pada hari pertama kami tiba di Indonesia. Ada persoalan rumah tangga yang tidak bisa kami selesaikan.

Saya sedih kalau mengingat kejadian itu. Seharusnya kami pulang dengan bahagia karena mendapat gelar, tetapi saya disambut dengan masalah. Saya sampai stress dan down. Tetapi, Tuhan sangat luar biasa. Saya mendapat begitu banyak pekerjaan dan kegiatan di kampus maupun di luar kampus sehingga saya bekerja dari pagi hingga malam hari dan membuat saya tidak lagi memikirkan persoalan rumah tangga. Tuhan membuat saya kuat dan mengangkat kehidupan saya.

Sejak kembali ke Politeknik Negeri Kupang, apa saja yang sudah Anda lakukan?
Dari segi pendidikan, tentunya saya mengajar mahasiswa. Saya juga membantu rekan dosen membuat GBPP, SAP. Dalam mengajar, mahasiswa pasti akan memperoleh ilmu-ilmu baru. Mengapa? Karena saya sering menerjemahkan buku- buku berbahasa Inggris yang berisi pengetahuan terbaru, atau laman-laman net. Sehingga materi bahan mengajar selalu up to date.

Dari segi penelitian, saya menjadi tim revier proposal penelitian dosen di kampus. Itu juga merupakan satu prestasi karena apa yang saya dapatkan selama S3 saya tuangkan dan berbagi dengan para dosen saat mereview proposal mereka. Dari segi pengabdian masyarakat, saya membantu masyarakat pribadi maupun perusahaan, seperti Waris Oesapa-Kupang, terkait formulasi pakan pakai eksel.

Saya mengajarkan kepada mereka bagaimana harus memformulasi pakan itu secara baik dan benar, memperkenalkan pakan-pakan baru. Dari segi penunjang lainnya, saya pernah menjadi Ketua Jurusan Peternakan selama empat tahun, menjadi kepala laboratorium. Saya juga ditunjuk menjadi manajer proyek sejak tahun 2014.

Proyek apa itu, apa manfaatnya? Kapan proyek itu beroperasi?
Proyek ini bertujuan meningkatkan pendidikan di Politeknik Pertanian (Politani) Negeri Kupang. Di dalamnya ada peralatan, peningkatan kualitas SDM, penelitian, lokakarya. Tetapi, tujuan utama dari proyek ini adalah membangun Center of Tecnology berupa pabrik pakan.

Center of Teknology ini diharapkan bisa meningkatkan kompetensi mahasiswa D3 dan D4. Rencananya, kami akan membuka master science terapan (program pasca sarjana/S2) di Politani. Di sana, kami akan memproduksi pakan ruminansia (pakan untuk sapi, kambing), pakan non ruminansia (babi, ayam, dan unggas lainnya).

Halaman
1234
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help