Tamu Kita

Catootjie Lusje Nalle: NTT Belum Fokus

Sebagai Doktor Nutrisi Unggas (ayam broiler) pertama di NTT, Catootjie Lusje Nalle, S.Pt., M.Agr.St., Ph.D sudah banyak 'menyumbang' ilmunya.

Catootjie Lusje Nalle: NTT Belum Fokus
PK/VEL
Catootjie Lusje Nalle, S.Pt., M.Agr.St., Ph.D 

POS-KUPANG.COM, KUPANG --- Sebagai Doktor Nutrisi Unggas (ayam broiler) pertama di NTT, Catootjie Lusje Nalle, S.Pt., M.Agr.St., Ph.D sudah banyak 'menyumbang' ilmunya bagi mahasiswa, rekan dosen, kampus hingga masyarakat di Kupang-NTT.

Bagai tak kenal lelah, single parent ini tak kenal jenuh bekerja siang dan malam untuk mengaplikasikan ilmunya itu. Baginya, ilmu yang didapatnya selama menempuh pendidikan S1, S2 dan S3, 'haram' jika hanya disimpannya sendiri, namun harus dibagikan kepada masyarakat sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam wawancara eksklusif dengan wartawati Pos Kupang, Aplonia Matilde Dhiu dan Novemy Leo, di kampusnya akhir Mei 2015 lalu, Catootjie, Dosen pada Politeknik Pertanian (Politani) Negeri Kupang ini menceritakan pengalamannya selama ini.

Bisa ceritakan tentang ilmu yang Anda pelajari?
Saya menekuni bidang ilmu nutrisi unggas. Pada S1, saya fokusnya reproduksi ternak sapi, S2 nutrisi unggas petelur, dan S3 juga nutrisi unggas pedaging ayam broiler. Unggas itu banyak jenisnya seperti unggas air, itik, burung-burung laut, itik, kalkun. Namun saya lebih fokus ke unggas broiler dan petelur yakni ayam.

Bagaimana Anda sampai tertarik menekuni bidang unggas?
Sebenarnya, sejak menempuh pendidikan S1, hati saya sudah ingin belajar tentang nutrisi dan sempat saat itu saya berpikir untuk pindah program studi, tetapi akhirnya tidak jadi. Setelah S1 dan menjadi dosen, pikiran itu muncul kembali. Pikiran saya, kalau saya hanya menekuni bidang peternak sapi, maka akan menyulitkan saya ke depannya.

Mengapa? Karena postur tubuh saya ini kecil, padahal untuk menghandling ternak sapi itu butuh orang dengan postur tubuh besar, apalagi pada bidang reproduksi ternak. Akhirnya, saya putuskan untuk melanjutkan studi S2 di bidang ternak kecil yakni unggas. Kebetulan sekali saat itu Politani Negeri Kupang belum memiliki ahli unggas.

Komitmen saya, saya harus menjadi orang pertama yang ahli di bidang nutrisi unggas untuk bisa membangun NTT. Dan, Puji Tuhan, cita-cita saya itu akhirnya tercapai. Saat saya pulang ke Kupang, saya menjadi orang pertama yang ahli nutrisi unggas. Dan, saya membantu mahasiswa, dosen dan masyarakat untuk bidang nutrisi unggas.

Apa yang menarik dari nutrisi unggas?
Hal yang membuat saya tertarik karena sebenarnya sebagai dosen saya harus mengetahui sejak awal mengenai nutrisi. Dan setelah itu barulah kemudian teknologi pengolahan pakan di bidang unggas. Ternyata setelah saya menjalani pendidikan itu, ilmu ini ternyata sangat bermanfaat. Dari ilmu ini, saya bukan hanya belajar tentang nutrisi unggas saja, tetapi juga belajar sampai kepada pengolahan pakan.

Kalau hanya sekadar nutrisi, saya hanya mengetahui dan menganalisis di laboratorium berapa energinya, protein, vitamin, mineral dan sebagainya. Tetapi di sana saya juga diajarkan mengenai tenologi pakannya. Dan hal ini sesuai dengan pembukaan program studi (prodi) baru yang dibuka di Politani pada saat saya pergi sekolah lagi. Mereka membuka Prodi Teknologi Pakan Ternak.

Saya bangga dan bahagia karena apa yang dipelajari saya manfaatkan. Bahkan saya bisa menyusun Garis-Garis Besar Mata Pelajaran (GBPP), penelitian, pengabdian. Hal ini sangat luar biasa. Karena tidak saja bermanfaat bagi saya, namun juga bagi rekan dosen lainnya dan juga mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Saya sering membantu rekan dosen GBPP.

Halaman
1234
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved