Kios Kaos Kupang Unik, Lucu, Cocok untuk Oleh-oleh Khas dari NTT

Tak lazim bila berkunjung ke satu kota atau daerah para pelancong tak membawa oleh-oleh bagi keluarga atau kerabat. Tentunya oleh-oleh yang dibawa ha

Kios Kaos Kupang Unik, Lucu, Cocok untuk Oleh-oleh Khas dari NTT
POS KUPANG/MUHLIS AL ALAWI

Ia mencontohkan satu kaos karikatur bergambarkan komodo yang menjadi salah satu tujuh keajaiban baru dunia. Tim kreatifnya membuat gambar Komodo yang memberikan kesan seakan-akan menunjukkan keceriaan wajahnya.

"Saya meminta tim membuat desain seperti itu karena kaos ini saya jual untuk anak-anak," ujar Dian.

Tak hanya itu kaos yang bertuliskan kata-kata bahasa Kupang sengaja ditorehkan untuk menunjukkan keunikan kaos jualannya. Ia mencontohkan satu kalimat bahasa Kupang yang muncul dalam satu kaos jualannya yakni Sonde Asik Liburan Kalau Sonde di Kupang artinya Tidak Asik Liburan Kalau tidak di Kupang.

Ide kreatifnya itu muncul setelah ia menamatkan kuliah pasca sarjananya di Denpasar Bali. Saat kuliah di Denpasar, banyak dijumpai kaos yang lucu-lucu dan laku di pasaran.

Untuk itulah setelah menikah Fransisco Bernando Bessi, pengacara muda berbakat Kota Kupang, Dian membuka Kios Kaos sejak tahun 2012. Hingga kini sudah ratusan desain kaos yang diciptakan dan laku dijual di pasaran.

"Setelah dua tahun berjuang tahun mulai terasa hasilnya. Tetapi saya akan terus berjuang bersama tim untuk mempromosikan kekayaan adat dan karya seni lewat produksi kaos kami," ujar Dian.

Kaosnya makin menjadi incaran pelancong dan masyarakat lokal setelah membuka outlet di Lippo Plaza Kupang yang baru dibuka akhir April 2015. Rencananya, ia akan melebarkan sayap bisnisnya dengan membuka lapak di Bandara El Tari Kupang.

Untuk satu kaos oblong yang lucu dan unik, Dian menjualnya dengan harga Rp 80.000. Sementara kaos polo dijual Rp 125.000 dan jaket dijual Rp 175.000. Harga jual itu belum pernah dinaikkan semenjak ia membuka kiosnya tiga tahun lalu.

Tak hanya menjual kaos yang lucu, unik dan menggelitik ala NTT, Dian juga menjual pernak-pernik, souvenir, kebaya dan tenun ikat asli NTT. Ia pun memasang beragam patung yang dikoleksinya dari beberapa orang tua adat di

kampung-kampung. "Untuk patung kayu itu bisa dibeli kalau cocok harganya," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: alwy
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help