Tamu Kita

Bermimpi Jadikan RSU Johannes Profesional

wanita ini sudah banyak melakukan berbagai perubahan di rumah sakit setempat. Dialah Arizona Ondok, S.H, Wakil Direktur Keuangan dan Umum RSUD Kupang.

Bermimpi Jadikan RSU Johannes Profesional
PK/VEL
Arizona Ondok, S.H 

Terkadang masyarakat kesulitan mencari ruangan yang ada di RSUD Kupang karena papan penunjuk arah tidak terlihat karena terlalu tinggi. Bagaimana menurut Anda?
Ya, hal kecil itu juga akan kami perbaiki. Bahkan, anggota DPRD pernah mengusulkan agar papan nama itu diletakkan lebih rendah. Karena papan yang sekarang ini terlalu tinggi sehingga terkadang orang yang berjalan memandang lurus ke depan tidak bisa melihat nama ruangan yang hendak dikunjunginya.

Ke depan, papan itu akan diletakkan rendah searah pandangan mata, dan tulisannya menggunakan tiga bahasa yakni bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Rote atau Timor.

Banyak pro kontra soal siapa yang pantas dan layak menjadi Direktur RSUD Kupang. Ada yang bilang direktur itu harus dari profesi dokter, ada yang bilang tak harus dari profesi dokter. Bagaimana menurut Anda?
Selama ini, masyarakat dan Pos Kupang kan paling sering mengritik rumah sakit umum, mulai pelayanan, fasilitas, sarana prasarana dan sebagainya. Sepertinya rumah sakit ini tidak ada baiknya. Selama puluhan tahun atau sejak tahun 1941 hingga kini, RSUD Kupang selalu dipimpin oleh seorang yang berprofesi sebagai dokter. Dan, belum pernah ada direktur RSU dari kalangan non dokter.

Nah, masyarakat tentu bisa melihat dan merasakan sendiri bagaimana kepemimpinan para dokter itu bukan. Tentu ada yang baik, ada yang kurang. Tapi semua penilaian itu kan juga relatif ya. Setiap orang tentu punya kelebihan dan kekurangannya. Bagi saya, untuk memimpin RSUD Kupang ini, tidak penting dia itu harus berprefesi sebagai apa, apakah dokter atau bukan dokter, pantas dan layak saja menjadi direktur, asalkan dia punya jiwa kepemimpinan dan bisa memanage dan menjalankan fungsi manajerial rumah sakit ini dengan baik.

Juga ada komitmen untuk terus membenahi pelayanan di RSUD Kupang ini. Saat menjadi Plt Direktur RSUD Kupang ini saya katakan kepada DPRD bahwa saya tidak punya latar belakang atau basic medis, tetapi saya punya hati dan komitmen untuk menjalankan kepercayaan itu dengan sebaik-baiknya. Bagi saya, ketika ada hati untuk mau membuat perbaikan di rumah sakit ini, maka hal itu pasti akan terlaksana.

Apa suka duka yang Anda alami selama bekerja di RSUD Kupang ini?
Kalau ditanya duka, rasanya tidak ada. Karena saya selalu membuat diri enjoy untuk bekerja dalam situasi apapun. Bagi saya, tidak ada hal yang luar biasa yang tidak bisa saya atasi. Masalah harus saya hadapi dan harus berusaha saya selesaikan. Sikap ini mungkin sudah terbentuk dalam organisasi yang pernah saya ikuti seperti PMKRI.

Waktu saya memang lebih banyak di rumah sakit, namun hal ini tidak mengganggu hubungan saya dengan suami dan anak-anak karena mereka sudah mengerti. Yang agar sulit biasanya terjadi ketika ada urusan keluarga yang membutuhkan kehadiran saya dan tak boleh diwakilkan, namun saat bersamaan ada rapat penting yang berurusan dengan DPRD. Namun, saya tetap bisa mengatasinya dengan baik dan aman.

Kalau sukanya, saya banyak merasakannya. Secapek apapun ketika sudah bertemu orang banyak, pasien atau keluarga pasien, saya langsung sehat, tidak capek lagi. Dan, di sini saya bisa mengenal banyak orang dengan karakter masing-masing dan ini menjadi sebuah pengalaman yang tidak bisa saya peroleh di bangku pendidikan.

Bagaimana Anda melihat kehadiran rumah sakit swasta yang ada di Kota Kupang ini?

Saya menyambut baik dan sangat memberikan apresiasi karena makin banyak masyarakat NTT yang bisa mendapatkan akses pelayanan kesehatan di beberapa tempat. Saya tidak melihat kehadiran RS swasta itu sebagai saingan. Sebaliknya sebagai motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan dan sarana prasarana di RSUD Kupang.

Kami tidak gentar karena ke depan pelayanan RSUD Kupang akan terus dipacu untuk mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Dan, kami masih bersyukur karena hingga saat ini, animo masyarakat untuk tetap berobat ke RSUD Kupang masih tinggi. Hal ini tentu menjadi salah satu petunjuk bahwa RSUD Kupang masih tetap ada di hati dan menjadi rumah sakit kepercayaan masyarakat NTT.

Namun, saya selalu bilang kepada perawat dan dokter di sini agar hal itu tidak menjadikan kita sombong. Karena kita juga masih punya kekurangan yang harus dibenahi secara bersama-sama.

Apa prinsip yang selalu menjadi pegangan Anda?
Saya tidak pernah takut dengan tantangan apapun. Saya selalu mengatakan, yang di Atas selalu mencatat ketika kita berjuang untuk kepentingan orang sakit. Pasti Tuhan akan menolong kehidupan kita. Itu prinsip saya. Ada staf yang mengatakan ibu ini hebat. Saya katakan, bukan saya yang hebat tapi Tuhan yang hebat. Dan, keinginan kita untuk mau mengubah sesuatu dari yang tidak baik menjadi baik, maka itulah yang hebat.

Saya bekerja dan berjuang ini bukan untuk kepentingan saya, tapi untuk kepentingan kita semua. Mau besok lusa pensiun hanya dengan eselon III pun, saya tidak pernah berpikir. Tetapi bagi saya, ketika saya pernah berbuat sesuatu yang baik untuk masyarakat, itulah yang penting.

Apa mimpi Anda untuk RSUD Kupang?
Mimpi saya mungkin terlalu besar, namun saya yakin mimpi itu bisa terwujud jika semua kita bisa bergandengan tangan untuk mewujudkannya. Saya bermimpi menjadikan RSUD Kupang rumah sakit yang profesional dalam segala hal.

Baik dalam melayani pasien, memiliki sarana prasarana dan fasilitas pendukung yang memadai dan memiliki sumber daya manusia (SDM) dokter dan perawat yang profesional. Untuk mewujudkannya, tentu butuh kerja keras. Apalagi, hal ini juga berhubungan dengan bagaimana bisa mengubah mindset orang.

Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi RSUD Kupang untuk mulai berbenah diri dari sekarang. Perubahan pola pikir atau mindset ini harus dimulai dari pimpinan, kepala bagian hingga karyawan. *

BIOFILE
------------

* Nama : Arizona (Ari) Ondok, S.H
* Lahir : Ruteng, 13 Oktober 1964
* Suami : Cosmas Damianus Lana
* Anak :1. Loisa Redempth Yoseline Lana
2. Elisabet Yosefa Lana
3. Yohana Edventri Christy Lana
* Sekolah : - TK di Reo
- SDK Reo 3
- SMPN Ruteng 1
- SMA Swastiasu Bali
-Fakultas Hukum Universitas Merdeka Malang

* Riwayat Pekerjaan:
* PNS di Biro Tata Pemerintahan Pemda Manggarai dua tahun (1999).
* Humas Setda Provinsi NTT (1994).
* Biro Perlengkapan, Dispenda, Tahun 2010
* Kepala Bagian Keuangan RSUD Kupang, 2013.
* Wakil Direktur Keuangan dan Umum, Plh Direktur RSUD Prof. WZ Johanes Kupang sampai sekarang.
* Plt. Direktur RSU Prof WZ Johannes Kupang tanggal 23 September 2014 sampai sekarang.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved