Tamu Kita

Bermimpi Jadikan RSU Johannes Profesional

wanita ini sudah banyak melakukan berbagai perubahan di rumah sakit setempat. Dialah Arizona Ondok, S.H, Wakil Direktur Keuangan dan Umum RSUD Kupang.

Bermimpi Jadikan RSU Johannes Profesional
PK/VEL
Arizona Ondok, S.H 

Kami akan meresposisi perpipaan di sini karena usia pipa sudah setua gedung RSUD ini. Tentu banyak yang bocor sehingga mempengaruhi suplai air. Namun, kami tidak membongkar dan mengganti pipa itu, karena pipa itu banyak yang ditanam di dalam gedung sehingga kalau bongkar tentu butuh dana yang tidak sedikit.

Reposisi pipa dilakukan dengan memasang pipa yang baru di atas permukaan tanah sehingga bisa memudahan pengontrolan jika ada yang bocor. Bahkan, ke depan, untuk mengatasi masalah air di RSUD, kami sedang berjuang untuk mengadakan sumur bor sehingga kebutuhan air di RSUD Kupang bisa teratasi.

Sebenarnya apa persoalannya sampai banyaknya keluarga pasien 'nginap' di RSUD Kupang. Mereka sampai membawa peralatan masak dan memasak serta menjemur pakaian di halaman RSUD Kupang dan merusak tanaman?
Ini soal perilaku dan kami akui juga karena kurangnya pengawasan. Kami selalu mengimbau kepada pasien dan keluarganya bahwa pasien hanya bisa dijaga oleh satu orang. Namun, imbauan itu sepertinya tidak bisa dijalankan oleh pasien karena ada niat dan kesempatan. Saat Presiden mau ke Kupang beberapa waktu lalu, saya bersama paspanpres, protokol istana, dan keamanan setempat selama dua malam berturut-turut mengawasi kondisi RSUD Kupang.

Kami menyisir sejumlah lokasi yang akan dilewati Presiden. Dan, memang saya kaget karena pada malam hari di RSUD Kupang ini seperti pasar dan pusat keramaian. Banyak orang duduk-duduk di luar, tidur di luar ruangan, baju berserakan, peralatan masak juga ada. Kami akhirnya meminta pengertian mereka untuk bisa tertib selama kunjungan Presiden berlangsung.

Saya lalu menelusuri darimana orang-orang ini bisa masuk membawa peralatan begitu banyak sedangkan pintu masuk hanya satu dan ada penjaganya. Ternyata di sekitar RSUD Kupang ini ada delapan atau sembilan 'pintu' yang bisa dimasuki secara leluasa oleh keluarga pasien tanpa diketahui penjaga.

Sekarang kami sudah menutup 'pintu-pintu' itu secara darurat saja. Untuk menjaga keamanan di RSUD Kupang ini, kami bekerjasama dengan Polisi Militer (PM). Umumnya keluarga pasien yang ikut menginap di rumah sakit itu berasal dari luar Kupang, dari TTS, TTU, Belu, Rote, Sabu dan lainnya. Dan, karena tidak ada keluarga di Kupang, mereka menginap di RSUD.

Saya selalu menemui mereka dan mengatakan, kalau yang jaga satu pasien ini banyak orang, lalu mereka hanya tidur di lantai beralaskan koran dan tikar, nanti pasiennya sembuh, mereka yang sakit dan masuk rumah sakit lagi. Imbauan seperti ini yang selalu saya berikan kepada keluarga pasien dan saya juga minta agar petugas dan perawat juga selalu rutin mengigatkan pasien dan keluarganya. Jangan bosan mengingatkan terus.

Ada program ke depan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD ini?
Sebenarnya program yang sudah di dalam dokumen anggaran tinggal bagaimana kita merealisasikan dan mengaplikasikannya seperti apa. Tetapi, program riil yang menjadi sorotan oleh media dan masyarakat, hal itu yang akan menjadi perhatian untuk segara kami atasi. Misalnya, masalah sampah.

Terakhir kali, karena alat inseminator rusak dan masih dipending untuk pergantiannya. Karena itu, selama dua bulan terkahir ini, kami sudah bekerja sama dengan PT Semen Kupang untuk pembakaran sampah medik. Sampah non medik ke TPU Alak. Kalau saya keliling, lahan RSUD ini sudah sempit, sehingga tidak ada lahan untuk dijadikan sebagai tempat sampah.

Kami juga akan membuat kotak saran dan pengaduan, juga call center yang bisa dipergunakan pasien dan keluarga untuk mengadukan berbagai hal yang dialami selama berada di RSUD Kupang.

Halaman
1234
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved