Tamu Kita

Yustina Suryani Sadji: Mimpikan Kedaulatan Pangan NTT

Walau memiliki campuran darah Jawa dari ibunya, dan juga dilahirkan di tanah Jawa, Yustina Suryani Sadji tidak menjadi penghalang bagi pekerjaannya

Yustina Suryani Sadji: Mimpikan Kedaulatan Pangan NTT
POS KUPANG/JUMAL HAUTEAS
Yustina Suryani Sadji

Saya juga percaya resep yang sama dilakukan dengan cara yang sama, tetap akan menghasilkan produk yang sama tetapi dengan rasa yang berbeda. Jadi, saya sama sekali tidak khawatir akan ada produk yang sama persis rasanya dengan produk saya.

Bagaimana dengan akses penjualan ke pasar?
Sampai saat ini, akses penjualan ke pasar menjadi tantangan tersendiri dan belum bisa kami pecahkan sendiri. Tetapi kami akan terus berusaha untuk membuka akses di mana kami bisa masuk.

Kalau demikian, bagaimana produknya bisa terjual agar bisa berproduksi secara rutin?
Untuk produk saya sendiri, saya menjual dengan cara saya sendiri, yakni menjual produk saya dengan menggunakan kartu nama saya. Jadi, di setiap acara yang saya hadiri, selalu saya membawa produk, dan jika ada yang membeli saya akan sertai dengan kartu nama saya, agar bisa membangun komunikasi dengan calon pembeli saya di waktu mendatang.

Demikian halnya dengan ibu-ibu yang ada di kelompok-kelompok. Kami selalu memberikan contoh untuk membangun usaha rumah tangga kami kepada mama-mama sehingga sampai saat ini lima kelompok dampingan saya masih eksis menghasilkan produk.

Apakah dengan cara tersebut sudah efektif penjualannya?
Untuk saat ini, masih efektif, walau masih dalam jumlah yang kecil. Saya juga tetap berusaha menjaga kualitas produk saya, sehingga harus sampai ke tangan konsumen dalam keadaan fresh. Saya juga tidak memilih memajang produk saya di tempat-tempat penjualan umum, karena tidak ada jaminan barang saya bisa dipajang di etalase yang mencolok agar bisa langsung dilihat calon pembeli.

Berarti ibu dan ibu-ibu dari kelompok menjadi single fighter dalam mengakses pasar?
Bisa juga dibilang demikian. Karena sejauh ini belum ada langkah pemerintah yang cukup signifikan untuk mendorong produk-produk lokal masyarakat NTT muncul ke permukaan agar mampu bersaing dengan produk-produk dari luar. Karena selama ini pemerintah masih hanya fokus pada sosialisasi dan pelatihan pengolahan produk berbahan lokal dan berakhir di situ.

Tidak ada lagi tindak lanjut untuk membantu usaha-usaha rumah tangga ini dapat eksis dan mampu bersaing di pasaran.

Bagaimana dengan izin usaha dan lainnya dari pemerintah?
Izin usaha juga masih sangat memberatkan bagi usaha rumah tangga masyarakat kecil. Karena tidak hanya persyaratan yang rumit, melainkan juga biaya yang mahal. Dan, selama saya berusaha industri rumah tangga ini, saya belum pernah mendapatkan informasi bahwa ada pemberian kemudahan bagi masyarakat untuk mengurus izin, apalagi mendapatkan kemudahan pengurusan izin gratis.

Padahal di daerah lain, pemerintah sangat antusias dan membuka akses yang sangat kuat terhadap industri rumah tangga, sehingga kehidupan ekonomi masyarakat benar-benar bertumbuh karena mendapatkan banyak kemudahan.

Kalau demikian, apa harapan ibu kepada pemerintah?
Harapan saya sebenarnya hanya satu yakni pemerintah harus mau menunjukkan rasa cintanya terlebih dahulu terhadap produk-produk lokal NTT. Karena sepengetahuan saya, belum banyak pejabat kita yang bangga dengan produk makanan lokal NTT. Jadi, pemerintah harus memprakarsai pembukaan akses pasar bagi industri rumah tangga yang ada di NTT.

Bila perlu, setiap instansi itu harus memiliki katalog produk makanan lokal NTT, sehingga bisa dipromosikan kepada setiap tamu yang berkunjung ke NTT. Jadi, tamu yang datang ke NTT bisa memiliki referensi yang jelas mengenai produk olahan khas NTT yang bisa dibawa pulang ke daerah asalnya. *

DATA DIRI
----------------

* Nama : Yustina S Sadji
* TTL : Surabaya, 5 September 1972
* Sekolah SD-SMA di Jayapura
* Suami : Yoseph Sadji
* Anak
- Agustinus SA Putra
- Patrisia Dwi Yulianti
- Maria Katarina Bhara
- Fransiskus Putra Jegharangga

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved