Paskah di NTT 2015

Pawai Paskah Pemuda GMIT Naik Kelas

Pawai Paskah yang diselenggarakan Badan Pengurus Pemuda Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT)ke-19 tahun 2015 naik kelas menjadi pawai tingkat Nasional

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Pawai Paskah yang diselenggarakan Badan Pengurus (BP) Pemuda Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) untuk ke-19 kalinya tahun 2015 naik kelas menjadi pawai tingkat nasional.

Alasannya, selain dihadiri Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dan Forkopimda NTT, pawai ini juga dihadiri Romo Frans Magnis Suseno dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak Republik Indonesia, Yohana Yembise.

Ketua BP Pemuda GMIT, Winston Neil Rondo, kepada Pos Kupang, Senin (6/4/2015), menegaskan, ini merupakan Pawai Paskah yang dilakukan BP Pemuda GMIT untuk ke- 19 kalinya dan selalu dilakukan setiap tahun sehari setelah perayaan Paskah.

Namun hal ini bukan sekadar untuk hura-hura atau saling menunjukkan kebolehan pribadi maupun gereja tertentu, melainkan sebagai prosesi iman yang harus terus berbenah dan memberikan nilai-nilai kedamaian yang disampaikan Yesus melalui kebangkitan-Nya.

"Kebangkitan Yesus yang saat ini kita rayakan dalam momentum Paskah setiap tahun bukanlah sebuah seremoni rutinitas belaka. Tetapi harus memberikan pertumbuhan iman kita kepada Kristus," tegasnya.

Menurutnya, kebangkitan Yesus Kristus menunjukkan dua arti penting bagi orang percaya. Pertama, makna rekonsiliasi, dimana Yesus memulihkan hubungan antara manusia dan Allah yang terpisah oleh karena dosa manusia. Kedua, makna transformasi nilai sehingga Paskah tidak sekadar rutinitas perayaan hari raya gerejawi, melainkan memberikan nilai lebih untuk berbagi kedamaian dengan sesama umat manusia lainnya.

"Tugas kita saat ini adalah melanjutkan misi perdamaian Kristus dalam arti rekonsiliasi dan juga transformasi nilai-nilai. Jadi tidak boleh ada lagi tembok-tembok pemisah di antara kita umat manusia dengan sesama dan juga dengan alam terlebih dengan Allah. Karena Yesus sudah merobohkan tembok dan sekat-sekat itu melalui kebangkitannya yang kita rayakan dalam perayaan Paskah saat ini," tegasnya.

Dijelaskannya, Pawai Paskah XIX tahun 2015 tidak jauh berbeda dengan yang sudah dilakukan setiap tahunnya, yakni berisi sejumlah etape yang diambil dari Alkitab, mulai dari tahap penciptaan, manusia jatuh ke dalam dosa, sejumlah kisah para nabi dalam Kitab Perjanjian Lama (PL) kemudian dilanjutkan dengan kisah kelahiran Yesus, kisah pelayanan Yesus, kesengsaraan dan penyaliban Yesus, kisah kematian Yesus dan jenazah-Nya dikuburkan, kebangkitan Yesus, Yesus terangkat kembali ke Sorga, hingga etape terakhir yakni etape pelayanan para rasul dan pelayanan masa kini.

"Perbedaan yang mencolok dengan pawai sebelumnya, Pawai Paskah tahun ini naik kelas menjadi Prosesi Paskah tingkat nasional, kemudian menjadi lebih variatif dengan masuknya sejumlah unsur budaya oleh para pemuda. Ada pula yang berani membawa isu-isu aktual ke dalam prosesi ini, sehingga Pawai Paskah kita tahun ini menjadi sedikit berbeda," urainya.

Pantauan Pos Kupang, Senin (6/4/2015), Pawai Paskah ini untuk pertama kalinya diikuti komunitas Suku Jawa yang sudah lama menetap di Kota Kupang dengan menampilkan tarian Reog Ponorogo.

Halaman
12
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help