Paskah di NTT 2015

Bangga dan Sombong Beda Tipis

Antara sikap bangga dan sombong, hanya dipisahkan sebuah sekat yang sangat tipis. Karenanya orang yang bersikap bangga diri akan mudah menjadi sombong

Bangga dan Sombong Beda Tipis
POS KUPANG/DION KOTA
BERDOA -- Inilah adegan ketika Yesus berdoa di Taman Getsemani sebelum ditangkap untuk disalibkan dalam drama Jalan Salib di Taman Nostalgia, Kupang, Kamis (2/4/2015). 

POS-KUPANG.COM KUPANG --- Antara sikap bangga dan sombong, hanya dipisahkan sebuah sekat yang sangat tipis. Karena itu, orang yang bersikap bangga diri akan mudah sekali menjadi sombong.

Kita boleh berbangga diri karena keberasilan kita tapi ingat jangan sampai sombong. Begitulah inti pesan dalam khotbah yang disampaikan Pater Cosmas dalam perayaan misa Kamis Putih di Lapas Wanita Kelas III Kupang, Kamis (2/4/2015).

"Orang yang biasa dipuji, akan menjadi bangga diri dan cenderung menjadi mudah untuk jatuh dalam sikap sombong. Dipuji karena kemampuan atau keberasilan, itu merupakan suatu yang wajar. Dan, karena sering dipuji biasanya kita menjadi bangga terhadap diri sendiri itu merupakan suatu yang wajar. Namun yang perlu diingat, jangan sampai kita menjadi sombong. Kita harus tetap menjadi rendah diri walaupun menerima ribuan pujian. Sudah banyak orang yang menjadi sombong karena menerima begitu banyak pujian," kata Pater Cosmas.

Menurutnya, ciri orang yang bangga diri dan menjadi sombong adalah ketika ia mulai membandingkan dirinya dengan orang lain. Apa yang telah ia capai dengan apa yang orang lain capai.

"Penyakit ini biasanya membuat kita lupa untuk bersyukur kepada Tuhan. Lupa kalau ada penyertaan Tuhan di dalam apa yang telah kita dapatkan," tegasnya.

Kebaktian Jumat Agung di GMIT Kefas, Kampung Baru diwarnai air mata saat awal kebaktian ada prosesi salib diiringi lagu-lagu tentang senggara Tuhan Yesus. Kebaktian berlangsung, Jumat (3/4/2015) dalam suasana syahdu dipimpin Pdt, OR Tarully Radjah, S.Th.

"Tadi pada waktu proses salib, ada banyak jemaat yang meneteskan air mata. Apakah itu air mata penyesalan karena telah berbuat dosa, ataukah air mata kebahagiaan karena kita telah ditebus melalui pengorban-Nya di kayu salib," ujarnya.

Penulis: Hermina Pello
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help