Paskah di NTT 2015

Paskah Momentum Pembuktian

Romo Leo Mali, Pr, mengatakan, perayaan Paskah sesungguhnya pembuktian cinta kasih Allah kepada manusia.

Paskah Momentum Pembuktian
ist
Romo Leo Mali

POS-KUPANG.COM, KUPANG --- Romo Leo Mali, Pr, mengatakan, perayaan Paskah sesungguhnya pembuktian cinta kasih Allah kepada manusia. Dengan peristiwa penderitaan Yesus disalibkan, dikuburkan dan bangkit pada hari ketiga, mau menunjukkan betapa Allah sangat mengasihi manusia.

"Kita yang merayakan Paskah ini harus membuat bahwa paskah Tuhan itu relevan. Bahwa Kristus itu tidak hanya menjadi figur sejarah, tapi peristiwa itu konkret bahwa saat ini pun penderitaan Kristus itu masih kita temukan jejaknya. Melalui banyak persoalan kemanusian yang sedang kita gumuli saat ini. Korupsi, human trafficking yang membuat banyak orang menderita. Dan kita harus melihat dalam diri orang-orang yang menderita itu bahwa penderitaan Tuhan sendiri. Bahwa perayaan Paskah bagi kita itu bermakna kalau kita yang merayakan Paskah menimba kekuatan dari Kristus," kata Romo Leo.

Umat manusia yang mendapatkan kekuatan dan berkat besar dari kisah kebangkitan Kristus harus menimba rahmat dan kekuatan untuk melepaskan mereka yang ada dalam belenggu penderitaan. Itu makna perayaan Paskah yang relevan. "Kalau sekadar peringatan suatu peristiwa yang pernah terjadi 2000 tahun lampau, itu hanya ceremoni yang dangkal," tegas Romo Leo.

Tentang perayaan kebangkitan Yesus, Romo Leo mengatakan, Yesus itu mati dan tidak pernah bangkit maka manusia tidak perlu percayai Dia sebagai Tuhan. Tetapi karena Dia bangkit menunjukkan bahwa Dia tidak ingkar janji tentang paa yang Dia katakan pada hari ketiga anak manusia akan bangkit.

Dia bangkit untuk apa? Untuk mengatakan bahwa kematian tidak bisa mengalahkan Tuhan. Seluruh kekuatan dan daya yang mematikan, termasuk kejahatan-kejahatan tidak bisa mengalahkan Tuhan.

Menurut Romo Leo, perayaan kebangkitan di satu sisi meyakinkan umat Kristiani bahwa Tuhan yang bangkit itu mengalahkan seluruh dosa kegelapan manusia, tetapi yang percaya kepada Tuhan harus percaya bahwa Dia yang bangkit untuk membawa umat Kristiani jauh lebih bangkit untuk keluar dari kegelapan hidup ini.

Menjadi pertanyaan bagi umat Kristiani (di NTT), dari sisi jumlah, NTT adalah penduduk terbanyak yang percaya bahwa Kristus bangkit. Setiap kali perayaan Paskah harus menjadi pertanyaan, apakah perayaan itu memberi kepada umat Kristiani kesadaran baru bahwa hidup ini terus menerus diperbaharui sehingga kehidupan menjadi cermin dari Kritus yang bangkit atau tidak.

"Sebab kita tahu, banyak masalah yang kita hadapi sebenarnya tidak terlepas dari tanggung jawab kita sebagai orang beriman," kata Romo Leo.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help