Tamu Kita

Kolonel Pnb Andi Wijaya: Tutup Pintu Keluar CTKI Ilegal

Kolonel (Pnb) Andi Wijaya, dan jajarannya berhasil menggagalkan pemberangkatan CTKI ilegal asal NTT ke luar NTT melalui Bandara El Tari Kupang.

Kolonel Pnb Andi Wijaya: Tutup Pintu Keluar CTKI Ilegal
PK/ALY
Kolonel (Pnb) Andi Wijaya, S.sos

Bagaimana bentuk pembinaan yang Anda lakukan terhadap anggota?
Saya melakukan pembinaan anggota secara berjenjang. Dan hal ini sudah saya sudah mensosialisasikan sistem pembinaan berjenjang ini kepada semua anggota. Hal yang saya tekankan adalah bagaimana setiap anggota agar bisa memberikan teguran terhadap rekannya terlebih dahulu sebelum teguran itu dilakukan oleh atasan atau pimpinannya.

Mengapa teman? Karena teman adalah orang yang paling dekat sehingga seharusnya temanlah yang memberikan teguran jika temannya melakukan kesalahan. Jika teguran dari teman itu tidak mempan, barulah teguran itu dilakukan oleh atasannya. Kalau atasan juga tidak mampu menegur bawahannya, maka nanti saya yang akan menegurnya atau memberikan sanksi jika perlu.

Sanksi yang diberikan bisa bermacam-macam seperti sanksi administrasi atau sanksi tindakan fisik. Di TNI itu, tindakan fisik bukan hal aneh, seperti menggunduli rambut anggota yang melanggar aturan, hal itu sudah biasa dilakukan.

Apa suka duka Anda menjalani tugas di daerah ini?
Kuncinya adaah enjoy. Dan saya selalu berusaha enjoy ketika berada di mana saja. Seorang tentara harus siap dan beradapsi saat ditempatkan di mana saja. Dukanya, mungkin ketika melihat kondisi anggota yang masih memrihatinkan, terutama saat musim kering. Saat musim kering, anggota kesulitan air bersih sehingga mereka harus bekerja ekstra untuk mendapatkan air dan hal ini tentu akan menghambat pekerjaan pokoknya.

Duka lainnya mengenai kesejahteraan anggota. Banyak anggota yang tidak membawa istri dan keluarganya ke Kupang dan mereka tidak bisa pulang ke kampung secara rutin karena ketiadaan biaya. Saya selalu memperhatikan mobilisasi anggota itu. Jika ada anggota yang tidak pulang sudah 2-3 bulan, saya panggil dia dan saya perintahkan dia untuk pulang kampung menemui istri dan keluarganya.

Hal ini untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Kebanyakan alasan anggota tidak bisa pulang karena tidak ada uang tiket. Hal ini menjadi dilema saya juga. Kalau saya bantu anggota yang satu, maka harus bantu anggota lainnya juga karena harus adil kan.

Tapi kalau tiket PP harus saya tanggung, ya tidak bisa seperti itu. Akhirnya jalan tengahnya, saya tanggung tiket pulang atau perginya. Duka lainnya lagi, soal tempat tinggal anggota. Hingga kini kami belum punya mess transit sehingga gedung rumah sakit yang ada di depan itu dijadikan mess dan ada sebagian rumah dinas yang akhirnya dijadikan mess untuk ditempati beberapa anggota.

Sejak Anda memimpin Lanud El Tari Kupang ini ada sekitar 800-an CTKI ilegal yang pemberangkatannya digagalkan. Bagaimana Anda sampai berkomitmen memberantas kasus human trafficking di NTT ini?
Saat bertugas di sini saya mendengar kasus perdagangan manusia sangat ramai terjadi. Lalu saya melakukan orientasi di lingkungan saya dan saya terkejut karena dalam orientasi itu saya mendengar informasi bahwa CKTI ilegal itu banyak diberangkatkan melalui Bandara El Tari Kupang.

Telinga saya tambah panas ketika mendengar isu bahwa ada oknum anggota Lanud El Tari Kupang dan oknum pegawai Bandara El Tari Kupang yang ikut terlibat dalam kasus trafficking. Bahkan ada isu yang menyebut bahwa di Bandara El Tari Kupang ini ada Perusahaan PTKIS bernama PT AURI. Itu sindiran keras bagi Lanud El Tari Kupang. Artinya bahwa AURI juga merekrut dan memberangkatkan CTKI secara ilegal dari Bandara El Tari Kupang. Tapi saya tidak tersinggung, bagi saya jika ada stigma itu, berarti ada oknum Lanud El Tari Kupang yang 'bermain'.

Karena itu, saya berkomitmen untuk bisa menghapus stigma negatif tentang PT AURI itu dan berupaya 'memberantas' kasus human trafficking di Bandara El Tari Kupang. Jika ada anggota Lanud yang bermain, akan saya proses dan tindak sesuai aturan hukum yang berlaku. Selanjutnya, saya mencari tahu dan mendapatkan informasi bahwa ada gugus tugas anti trafficking di sini, ada Satgas Lanud namun sudah tidak berfungsi.

Halaman
1234
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved