Selamat Jalan Olga Syahputra
Suasana duka begitu terlihat, saat warga termasuk teman almarhum dari kalangan artis yang ikut dalam prosesi pemakaman Olga.
POS KUPANG.COM, JAKARTA- Kedua mata artis cantik Luna Maya, terlihat sembab. Sesekali terdengar isak tangis mantan kekasih Ariel Noah ini saat ikut mengantar jenazah Olga Syahputra (32) diperistirahatan terakhirnya, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Malaka, Jakarta Timur, Sabtu (28/3) kemarin.
Suasana duka begitu terlihat, saat warga termasuk teman almarhum dari kalangan artis yang ikut dalam prosesi pemakaman Olga. Presenter sekaligus komedian ini meninggal di RS Mount Elizabeth Singapura, Jumat (27/3) sore setelah dirawat sejak beberapa waktu lalu akibat sakit yang diderita sejak lama.
Usai salat Zuhur jenazah Olga Syahputra tiba di TPU Malaka, Jakarta Timur. Luna Maya, beberapa artis, keluarga dan warga sekitar yang datang ke pemakaman, tak kuasa, beberapa terlihat terus menangis tersedu-sedu. Bahkan, sebelum dimakamkan, suasana di area pemakaman sempat terjadi insiden lantaran warga yang datang saling dorong agar bisa lebih dekat ke liang lahat almarhum. Seakan sudah tidak ada jarak lagi antara liang lahat dengan para pelayat.
Tak sedikit anak kecil yang menangis karena terhimpit. Warga pun berteriak-teriak agar saling dorong. Sementara petugas TPU dan Polisi kewalahan, seakan tidak bisa membendung para pelayat dan warga di area pemakaman.
Lilis (35) misalnya. Wanita yang mengaku pengagum berat Olga ini sampai rela berjalan kaki dari rumahnya ke TPU Pondok Kopi. Sambil menggendong anaknya, Rafa yang masih berusia dua tahun, Lilis sudah terlihat sejak pagi hari di pemakaman, begitu juga dengan warga lainnya. "Saya sampai ninggalin masak. Ke sini saja dulu mau lihat Olga untuk kali terakhir. Saya kaget banget pas semalam lihat di TV, Olga meninggal. Kasihan dia. Orang baik, dia," kata Lilis.
Antusiasme ini juga dirasakan oleh Ajeng (17), pelajar salah satu sekolah negeri di Pondok Kelapa. Dengan masih berseragam sekolah, ia dan teman-temannya menyempatkan diri untuk melihat pemakaman idolanya. "Penasaran saja pengin lihat. Jadi, saya dari sekolah tadi mampir dulu ke sini," kata gadis berambut panjang ini. Semakin siang, semakin banyak warga berdatangan ke lokasi pemakaman.
Begitu juga dengan artis Julia Perez yang mengangis terisak di area pemakaman. Sama seperti Luna Maya dan beberapa artis lainnya, Jupe terlihat lemah tak kuasa untuk terus berdiri sementara Luna, hampir terlihat jatuh pingsa, beberapa rekan artis lain kemudian memegangi tubuhnya. "Paling sedih itu saya nggak pernah dikasih kesempatan untuk bertemu (Olga). Aku telepon Mak Vera (manajer Olga), katanya 'doain aja biar cepet sembuh', selalu begitu. Jadi satu tahun full lost contact," ujar Mpok Atie ditemui di lokasi pemakaman.
Vera Zanobia Sukari atau Mak Vera, manajer almarhum, juga terlihat menangis. Matanya juga tampak sembab karena terus menangis. Dibandingkan dengan yang lain, ia lebih awal meninggalkan makam Olga. Ia berjalan dengan lemas menembus orang-orang yang masih memadati area pemakaman itu. Setelah beberapa langkah berjalan, Vera berhenti sejenak, lalu pingsan. Beberapa orang yang menemaninya dengan sigap membopongnya.
Cerita Habib Selon
Melalui pengeras suara, Habib Selon bercerita saat ia bertemu almarhum Olga. Habib mengingat sebuah peristiwa di rumah sakit Medistra bertemu dengan Olga yang sedang terbaring sakit. "Saya ingat saat mau ke kamar mandi saat itu, almarhum bertanya kepada saya, Habib mau kemana" tutur Habib Selon di Masjid Nurul Islam, Duren Sawit.
Saat itu Habib Selon akan ke kamar mandi mau mengambil wudhu untuk menjalankan salat. Kebetulan saat itu sedang bulan puasa, ia berniat menjalankan salat tarawih. Ternyata Olga saat itu meminta ikut salat bersama sang Habib. "Beliau saat itu duduk sambil diinfus, almarhum menjalankan salat dengan saya," ucapnya.
Tidak hanya itu, Habib Selon pun mendapat cerita dari sahabat Olga di Pentamburan. Saat itu sahabat Olga bertanya kepada sang Habib, apakah dirinya mengenal Olga? Kemudian sahabat tersebut bercerita bagaimana Olga menolong orang. Suatu ketika diceritakannya ada pasien di rumah sakit tidak mampu biaya perawatan sebesar Rp 85 juta. "Pasien itu tidak punya uang, jangankan buat bayar rumah sakit, buat makan saja susah," ucapnya.
Lantas pihak rumah sakit menghubungi Olga untuk membantu pasien tersebut. "Saat itu Olga belum mandi dengan mengenakan celana panjang beliau membawa uang cash Rp 85 juta," katanya seraya mengatakan almarhum Olga meninggal di di hari yang baik. (tribun/adi/gler/rik/dtc/kcm)