Kasus Dermaga Flotim dan Alor

Panitia PHO Berpotensi Tersangka

Panitia pemeriksa pekerjaan atau professional hand over (PHO) proyek pembangunan dua dermaga di NTT berpotensi menjadi tersangka.

Panitia PHO Berpotensi Tersangka
POSKUPANG/SYARIFAH SIFAH
SUDAH SELESAI--Dermaga Pelabuhan Pamakayo, Desa Pamakayo, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, sudah selesai dikerjakan. Gambar diambil, Kamis (26/3/2015) 

POS-KUPANG.COM, KUPANG, PK --- Panitia pemeriksa pekerjaan atau professional hand over (PHO) proyek pembangunan dua dermaga di NTT berpotensi menjadi tersangka. Penetapan tersangka tergantung alat bukti yang ditemukan penyidik.

Informasi yang diperoleh Pos Kupang di Kejati NTT, Kamis (26/3/2015), menyebutkan, penyidik Kejati NTT telah memeriksa lima orang panitia PHO. Hasilnya, panitia PHO tidak memeriksa dermaga.

Mereka diperiksa sebagai saksi dalam kasus dermaga di Desa Pamakayo, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur (Flotim) dan di Desa Bakalan, Kecamatan Pantar Timur, Kabupaten Alor.

Penyidik masih melakukan pendalaman terhadap keterangan lima saksi pantia PHO itu. Lima orang saksi, Ir. Noer Suwartina; Adi Nugraha Suryadi, S.Ip, Berman Banjarnahor, S.E; Dra. Sofiyah dan Slamet Maryoto, S.T.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, John W Purba, S.H.M.H, yang dikonfrimasi Pos Kupang, Kamis (26/3/2015) mengatakan, semua yang terlibat dalam kasus PDT akan diperiksa sebagai saksi. "Kami periksa dulu sebagai saksi kemudian baru diperiksa lagi sebagai tersangka," ujarnya.

Tentang panitia PHO, apakah berpotensi atau berpeluang sebagai tersangka, John membenarkan hal itu. "Betul sekali, semua yang diperiksa penyidik berpotensi sebagai tersangka," kata Jhon.

Sebelumnya Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Ridwan Angsar,S.H, mengatakan, penyidik Kejati NTT telah memanggil dan memeriksa panitia PHO. Hasil pemeriksaan disebutkan, panitia PHO tidak memeriksa dermaga itu, namun mereka menandatangani berita acara 100 persen pengerjaan dermaga selesai. Hal itu dilakukan agar pencairan dana 100 persen bisa dilakukan kepada rekanan.

Untuk diketahui, proyek pembangunan dermaga pelabuhan di Flotim di Desa Pamakayo, Kecamatan Solor Barat dengan anggaran Rp 23 miliar dan pembangunan dermaga di Desa Bakalan, Kecamatan Pantar Timur, Alor yang juga menelan anggaran Rp 20 miliar. Total anggaran yang dihabiskan dari dua proyek ini Rp 43 miliar. (yel)

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help