Kasus Dermaga Flotim dan Alor

Konstruksi Bangunan Tidak Sesuai Sperk

Hingga Maret 2015 pembangunan Dermaga Pelabuhan Pamakayo di Kabupaten Flotim, yang dikerjakan menggunakan dana APBN senilai Rp 23 miliar

Konstruksi Bangunan Tidak Sesuai Sperk
POSKUPANG/SYARIFAH SIFAH
SUDAH SELESAI--Dermaga Pelabuhan Pamakayo, Desa Pamakayo, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, sudah selesai dikerjakan. Gambar diambil, Kamis (26/3/2015) 

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA --- Hingga Maret 2015 pembangunan Dermaga Pelabuhan Pamakayo di Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur (Flotim), yang dikerjakan menggunakan dana APBN senilai Rp 23 miliar lebih belum berfungsi.

Dermaga itu tidak bisa disandari kapal penumpang karena terlalu konstruksinya terlalu tinggi.

Pantauan Pos Kupang, Kamis (26/3/2015), di Pelabuhan Pamakayo, Desa Pamakayo, dermaga sudah selesai dikerjakan. Namun, dermaga itu tidak berfungsi karena dibangun terlalu tinggi.

Diduga, selain konstruksi bangunan tidak sesuai spek, desain perencanaan dermaga Pelabuhan Pamakayo juga buruk. Posisi dermaga dibuat sangat tinggi mencapai tiga meter hingga empat meter.

Sementara tinggi kapal hanya berkisar satu meter hingga dua meter. Jika dipaksakan kapal sandar di dermaga itu, pemilik kapal harus membuat tangga agar penumpang bisa turun naik.

"Ini kalau dipaksakan, bisa terjadi kecelakaan. Bongkar muat barang dengan kondisi dermaga yang tinggi ini bisa-bisa kita celaka. Karena bongkar muat di pelabuhan di desa terpencil bukan hanya manusia, tapi juga barang. Barang-barang penumpang bukan ringan, tapi karung-karung," kata Philips, warga Solor.

Ia meminta kepada pemerintah agar tidak hanya fokus pada masalah hukum, tapi juga asas manfaat dari dermaga.

"Kalau kita bangun terus tidak digunakan, buat apa dibangun. Itu namanya, hanya hamburkan uang rakyat," kritik Philips.

Sebelumnya, Kejati NTT telah menangani masalah proyek pembangunan Dermaga Pelabuhan Pamakayo di Desa Pamakayo

melalui alokasi anggaran pembangunan Infrastruktur Transportasi Laut Dermaga Daerah Pulau Terpencil dan Terluar pada Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) sebesar Rp 23.552.866.787. Kontraktor Pelaksana PT Linggar Jati Perkasa dan Konsultan PT Arigraha.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved