Polda NTT Usut Dugaan Pencucian Uang Niko Ladi

Penyidik Polda NTT mengusut dugaan pencucian uang oleh Niko Ladi, pemilik Lembaga Kredit Finansial (LKF) Mitra Tiara di Larantuka, Flores Timur.

Polda NTT Usut Dugaan Pencucian Uang Niko Ladi
Ist
Tim Buser saat menangkap Niko Ladi (kanan) di Purwakarta, Jawa Barat. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Penyidik Polda NTT mengusut dugaan pencucian uang oleh Niko Ladi, pemilik Lembaga Kredit Finansial (LKF) Mitra Tiara di Larantuka, Flores Timur.

Kabid Humas Polda NTT, AKBP Agus Santoso, menyampaikan itu saat dikonfirmasi Pos Kupang mengenai perkembangan proses hukum Niko Ladi, Senin (23/3/2015). Agus menjelaskan, tim penyidik Polda NTT sedang mendalami kasus tersebut dan terus mengumpulkan data serta keterangan terkait kasus dugaan pencucian uang oleh Niko.

Selain dugaan pencucian uang, kata Agus, Niko juga sudah menjadi tersangka kasus dugaan penggelapan uang nasabah LKF Mitra Tiara senilai Rp 418 miliar.

"Dugaan penggelapan uang nasabah ditangani penyidik Polres Flores Timur. Hanya pemeriksaan tersangka Niko Ladi dilakukan di Polda NTT. Sedangkan dugaan pencucian uang oleh Niko Ladi ditangani penyidik Polda NTT," jelas Agus.

Ia mengatakan, kasus dugaan penggelapan uang nasabah, pemeriksaan saksi-saksi dan pemeriksaan tersangka Niko Ladi sudah selesai. Proses pemberkasan perkaranya, lanjut Agus, sedang ditangani penyidik Polres Flotim dan diharapkan segera rampung agar dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Larantuka untuk diteliti.

"Dugaan pencucian uang, masih didalami penyidik Polda NTT. Nanti kalau sudah ada kejelasan hasil penyidikannya akan kami sampaikan. Menyangkut barang bukti dugaan pencucian uang juga masih ditelusuri tim penyidik," kata Agus.

Agus belum bisa menjelaskan lebih jauh soal dugaan pencucian uang ini, apakah sebagai pengembangan dari dugaan penggelapan uang nasabah LKF Mitra Tiara senilai Rp 418 miliar ataukah merupakan kasus tersendiri karena tim penyidiknya berbeda.

Namun, informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa dugaan pencucian uang merupakan pengembangan dari dugaan penggelapan uang nasabah LKF Mitra Tiara.

Diberitakan sebelumnya, Direktur LKF Mitra Tiara, Niko Ladi, ditangkap tim Buru Sergap (Buser) Polres Flotim di Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (14/3/2015). Niko Ladi ditangkap karena diduga menipu 16 ribu lebih nasabah, termasuk karyawan dan merugikan nasabah sekitar Rp 400 miliar lebih.

LKF Mitra Tiara berdiri sejak tahun 2009 dan tidak beroperasi lagi sekitar bulan September 2013. Niko Ladi kemudian dibawa ke Polda NTT dan diperiksa tim penyidik kepolisian dalam statusnya sebagai tersangka dugaan penggelapan uang nasabah.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help