Bawa Lari Uang Nasabah Rp 418 Miliar

Keluarga Niko Ladi Merasa Terancam

Dona Mungkao (32) saudari ipar Nikolaus Ladi alias Niko Ladi, yang saat ini tinggal serumah dengan mertua Niko Ladi di Rt/3 Rw/3, Desa Wolorona Hokeng

Keluarga Niko Ladi Merasa Terancam
Ist
Tim Buser saat menangkap Niko Ladi (kanan) di Purwakarta, Jawa Barat. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Simon Petrus Seli Tupen

POS KUPANG.COM, MAUMERE -- Dona Mungkao (32) saudari ipar Nikolaus Ladi alias Niko Ladi, yang saat ini tinggal serumah dengan mertua Niko Ladi di Rt/3 Rw/3, Desa Wolorona Hokeng Jaya, Kecamatan Wulang Gitang, mengaku mereka dihantui ketakutan.

Pasalnya sejak insiden yang menimpa Niko Ladi, tidak hanya istri dan anak-anak Niko Ladi yang di teror. Namun seluruh keluarga termasuk ia bersama suaminya Jemi Gapun kerab mendapatkan ancaman dari berbagai pihak yang mengaku sebagai nasabah Mitra Tiara.

"Sejak ada masalah yang menimpa Niko, rumah ini sering didatangi orang yang mengaku nasabah Mitra Tiara. Mereka datang lalu marah-marah dan tak segan-segan mengancam kami,''ujar Dona Mungkao (32), saat ditemui Pos Kupang, dikediaman mertua Niko Ladi, Selasa (17/3/2015) sore.

Tuturnya sejak kejadian yang menimpa Niko Ladi. Kediaman Simon Gapun dan Feronika Beto Ena,yang adalah mertua dari Niko Ladi sering didatangi orang yang mengaku sebagai nasabah Mitra Tiara. Mereka datang lalu marah-marah dan mengancam menanyakan keberadaan Niko dan keluarganya. Mereka menuntut Niko harus mengembalikan uang-uang mereka.

"Sering datang kerumah mereka mengaku nasabah dari Maumere, dari Larantuka Ende dan Bajawa. Kami keluarga takut kalau mereka berbuat nekat. Kasihan mertua saya sudah tua dan sakit-sakitan. Setiap kali datang kesini palingan mereka menanyakan keberadaan Niko, ada juga yang menanyakan istri Niko ada dimana. Kami jawab tidak tahu, mereka lalu marah-marah kemudian pergi,'' ungkap Dona.

Katanya sejak kejadian tersebut, istri Niko, Mei Gapun dan kedua anaknya Edo dan Limo tidak lagi tinggal di Larantuka. Mereka berpindah ke Hokeng menetap di kebun, rumah salah seorang keluarga terdekat.

"'Kasihan istri dan anak-anak niko tidak tenang. Kami keluarga takut istri Niko depresi dengan kejadian ini. Karena saat ini dia terlihat sangat stres. Kadang ia menangis kalau duduk sendiri. Kadang ia mengeluh kalau tida percaya semua ini terjadi. Ia mengaku selama ini Niko tidak pernah mengeluh dan menceritakan kalau ada permasalahan apa-apa di kantor," jelasnya.*

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved