Bawa Lari Uang Nasabah Rp 418 Miliar

Niko Ladi Beli Rumah, Tanah, Mobil dan Hotel

Niko Ladi mengaku uang yang digelapkannya digunakan membeli rumah, tanah, mobil, hotel dan dipinjamkan kepada orang lain.

Niko Ladi Beli Rumah, Tanah, Mobil dan Hotel
ist
DIPERIKSA--Penyidik Ditreskrimsus Polda NTT, Aiptu Jhon Blegur, memeriksa tersangka Niko Ladi (membelakangi lensa) di Markas Polda NTT, Minggu (15/3/2015) sore.

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA --- Usaha tim gabungan Polda NTT dan Polres Flores Timur memburu tersangka penggelapan uang nasabah Lembaga Kredit Finansial (LKF) Mitra Tiara, Niko Ladi, senilai Rp 418 miliar menuai hasil.
Sumber terpercaya di Polda NTT kepada Pos Kupang, Minggu (15/3/2015) malam mengatakan, saat diperiksa, Niko mengaku uang yang digelapkannya digunakan membeli rumah, tanah, mobil, hotel dan dipinjamkan kepada orang lain.

Sumber tersebut menjelaskan, Niko ditangkap setelah menjadi buron Polda NTT dan Polres Flores Timur selama dua tahun.

"Mengejar keberadaan Niko, agak sulit lantaran dia sering berpindah tempat tinggal," ujar sumber itu.
Sumber itu mengatakan, penangkapan Niko bermula ketika aparat Polres Flores Timur dan Polda NTT mendapat informasi keberadaan Niko di Purwakarta.

Sebelum ditangkap, lanjutnya, Niko selalu berpindah-pindah tempat tinggal lantaran takut terdeteksi aparat kepolisian. Sebab sebelumnya, Polda NTT sudah menerbitkan daftar pencarian orang tersangka penggelapan uang milik nasabah LKF Mitra Tiara Larantuka senilai Rp 418 miliar.

"Sebelum ditangkap di Purwokerto, Niko sempat bersembunyi di Jakarta, Bandung dan Bogor," ungkap sumber itu.

Setelah ditangkap, Niko diterbangkan ke Kupang menumpang pesawat Lion Air, Minggu (15/3/2015) pagi. Sesampai di Kupang, Niko langsung diperiksa sebagai tersangka kasus yang merugikan belasan ribu nasabah tersebut.
Niko diperiksa selama delapan jam dari pukul 09.00 Wita hingga pukul 17.00 Wita. Pemeriksaan Niko akan dilanjutkan besok pagi (Senin ini) di Markas Polda NTT.

Tentang alasan melarikan diri, kepada penyidik Niko mengaku terpaksa melarikan diri karena takut nasabah yang meminta bagi hasil simpanannya mengamuk. Niko melarikan diri dari kota ke kota di luar NTT selama hampir dua tahun.

Penahanan Niko di Polda NTT juga bagian mengantisipasi amuk masa terhadap ulah Niko yang sudah menggelapkan uang nasabah hampir setengah triliun rupiah itu.

Niko tak hanya dikenakan tindak pidana penggelapan uang. Pria paruh baya itu juga dikenakan tuduhan tindak pidana pencucian uang dan tindak pidana perbankan. "Untuk kelancaran penyidikan, Niko ditahan di Mapolda NTT," kata sumber tersebut.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help