Robert Ledor Minta Jaksa Usut Tuntas

Tokoh muda, warga Pamakayo, Kecamatan Solor Barat, Robert Ledor mendesak Kejati NTT mengusut tuntas dugaan korupsi kasus pembangunan dermaga Pamakayo.

Laporan wartawan pos-kupang.com, syarifah sifat

LARANTUKA, POS KUPANG, COM -- Tokoh muda, warga Pamakayo, Kecamatan Solor Barat, Robert Ledor mendesak Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT mengusut tuntas dugaan korupsi kasus pembangunan dermaga Pamakayo di Desa Pamakayo, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur (Flotim).

Dermaga itu menelan anggaran Rp 23.552.866.787 dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) tahun anggaran 2014.

"Sejak awal pembangunan dermaga Pamakayo sudah bermasalah, tapi pekerjaan tetap dilanjutkan. Kontraktor tidak membenahi, malah pejabat di atasnya termasuk panitia ikut merestui hingga proyek itu selesai dikerjakan. Dan, sekarang mungkin baru rasa bahwa ada masalah, padahal awalnya kita sudah berteriak tapi tak ada yang gubris. Kami berteriak karena proyek pembangunan dermaga itu menelan dana puluhan miliar rupiah. Dermaga yang diharapkan bisa memacu denyut nadi ekonomi dan mobilitas masyarakat dari dan ke Pulau Solor akhirnya tidak dapat berfungsi dengan baik," kata Ledor, Selasa (10/3/2015).

Menurut Ledor yang juga aktivis Gertak Flotim, pembangunan dermaga Pamakayo sesuai kasat mata menggunakan material pasir yang tidak berkualitas. Sebagian besar material pasir diduga bercampur tanah sehingga terlihat campuran semen tidak merekatkan batu dan kerikil.

"Selama pengerjaan proyek pembangunan dermaga Pamakayo, material pasir yang digunakan sangat diragukan kualitasnya. Dermaga tersebut tidak akan bertahan lama, karena pasir yang digunakan bercampur tanah. Bahkan lebih banyak terlihat tanah daripada pasirnya. Material pasir untuk membangun dermaga Pamakayo diambil di kali Liko, Solor Barat. Selama ini warga setempat tidak pernah gunakan pasir di Liko,karena pasir bercampur tanah," katanya.

Dia menduga pekerjaan itu tidak sesuai spesifikasi teknis, baik itu volume kerja maupun material terpasang. Sedangkan, dalam pemasangan tiang pancang, terdapat kekurangan hingga puluhan batang yang tidak terpancang.

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved